794 Perempuan Meninggal Saat Melahirkan - Kompas.com

794 Perempuan Meninggal Saat Melahirkan

Kompas.com - 07/03/2011, 17:37 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Sebanyak 794 perempuan di Jawa Barat tewas saat melahirkan akibat pendarahan dan mengidap hipertensi.

"Meski angka kematian itu menurun dibandingkan 2009, tapi tetap menjadi pekerjaan rumah karena masih tinggi," kata Kabid Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Jabar Niken Budisastuti, Senin (7/3/2011).

Niken menyebutkan, jumlah ibu yang melahirkan pada 2010 di Jabar sebanyak 685.274 orang, sebanyak 794 orang di antaranya meninggal dunia, baik saat kehamilan, melahirkan, ataupun  masa nifas.

Kematian ibu saat melahirkan pada 2009 sebanyak 814 orang. Penyebab utamanya adalah pendarahan dan hipertensi.

Selain itu terdapat pula kasus akibat penanganan yang tidak melibatkan tenaga medis. "Kelahiran hanya dengan paraji atau dukun beranak sangat berisiko, dan sebagian besar menjadi pemicu lambatnya pertolongan kepada ibu melahirkan pada saat masa kritis," kata Niken.

Pemicu kerawanan saat melahirkan juga akibat hamil usia muda atau terlalu tua, jarak kelahiran terlalu pendek, dan kurangnya pemeriksaan kondisi kehamilan.

Untuk menekan angka kematian ibu, Dinas Kesehatan Jabar membangun 87 Puskesmas Poned atau yang dilengkapi dengan fasilitas penanganan persalinan.

"Persalinan wajib didampingi oleh petugas medis, salah satunya melengkapi dengan Puskesmas Poned di daerah, termasuk menempatkan bidan di puskesmas desa," kata Niken.

Terkait pemberdayaan paraji atau dukun beranak, kata Niken, sebagai pendamping bidan saat proses kelahiran.

Pemprov Jabar telah berupaya mencetak 2.000 bidan desa sejak 2009 yang selanjutnya akan disebar ke daerah asal masing-masing.

"Paraji dilibatkan, terutama pasca-kelahiran, mereka terus diberi pengetahuan tentang kebersihan dan standar penanganan kelahiran yang aman. Kelahiran tetap harus dilakukan oleh bidan," kata Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinkes Jabar itu.

EditorBenny N Joewono

Terkini Lainnya

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional
Berharap Jatipadang Terbebas dari Banjir...

Berharap Jatipadang Terbebas dari Banjir...

Megapolitan
Tifatul: Kasus Novanto Bikin Kita Jadi Kurang Memikirkan Bangsa

Tifatul: Kasus Novanto Bikin Kita Jadi Kurang Memikirkan Bangsa

Nasional
Dalam 1 Hari, Pemerintah Italia Selamatkan 1.100 Imigran Asal Libya

Dalam 1 Hari, Pemerintah Italia Selamatkan 1.100 Imigran Asal Libya

Internasional
Anies: Indonesia Berdasar Pancasila, Kami ingin Semua Kegiatan Terfasilitasi...

Anies: Indonesia Berdasar Pancasila, Kami ingin Semua Kegiatan Terfasilitasi...

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM