Jumat, 22 Agustus 2014

News / Regional

HARI RAYA NYEPI

Umat Islam Tetap Boleh Shalat di Masjid

Kamis, 3 Maret 2011 | 14:10 WIB

Terkait

DENPASAR, KOMPAS.com - Pada perayaan Nyepi yang jatuh di hari Sabtu (05/03/2011), seluruh aktivitas warga Bali akan berhenti total selama 24 jam karena umat Hindu akan melakukan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api (Amati Geni), Tidak Bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), serta tidak bersenang-senang (Amat Lelanguan).

Pada hari itu, tidak ada kendaraan lalu lalang di jalan raya. Seluruh bandara dan pelabuhan juga ditutup, dan tidak ada lampu menyala di pinggir jalan dan rumah-rumah penduduk.

Umat lain yang tinggal di Bali pun diminta untuk menghormati dan menghargai perayaan Nyepi itu dengan cara tidak beraktivitas sesuai kesepakatan Tokoh Lintas Agama pada 11 Februari 2011 lalu. Kesepakakatan itu telah ditandatangani beberapa tokoh Lintas Agama, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Keuskupan Denpasar, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Bali, Wadah Antar Lembaga Umat Budha Indonesia (WALUBI), dan Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN).

Namun, sebagai bentuk toleransi, umat lain yang ingin menjalankan ibadah di tempat ibadahnya masing-masing tetap diberi kesempatan untuk keluar rumah. Khusus untuk umat Islam yang ingin menunaikan shalat lima waktu diperbolehkan ke masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki.

"Jika tempat tinggalnya jauh dari masjid atau musala bisa dimusyawarahkan dengan aparat desa setempat dan dapat menggunakan fasilitas lain," ujar Ida Bagus Wiyana, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali kepada Kompas.com, Kamis (03/02/2011).

"Penggunaan pengeras suara hanya untuk jamaah di dalam masjid saja," imbuhnya.

Sementara itu, untuk umat Katholik, Kristen, Budha, serta Konghucu, diminta menyesuaikan. Wiyana mengatakan, seruan itu sudah disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Bali.

"Dengan harapan pelaksanaan Nyepi dapat berjalan lancar tanpa gangguan," jelas Wiyana.

Ia berharap, kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjaga dengan sangat baik diharapkan mampu menciptakan kedamaian pada perayaan hari raya Nyepi tahun ini.


Editor : Latief