Kamis, 28 Agustus 2014

News / Karir

3 Kiat Agar Keuangan Lebih Sehat

Rabu, 16 Februari 2011 | 13:18 WIB

KOMPAS.com - Saat kondisi keuangan belum juga pulih dan sehat, jangan pernah mencari kesalahan dari jumlah gaji yang diterima setiap bulan. Utang kartu kredit yang tak pernah lunas, rekening tabungan yang tak kunjung penuh terisi, atau bertahun-tahun kerja tapi belum juga punya aset seperti mobil atau rumah, apapun kondisi keuangan yang membuat Anda gelisah bukan disebabkan karena gaji yang menurut Anda rendah. Kebiasaan dalam mengelola keuangan lebih memengaruhi kondisi finansial Anda saat ini.

Perencana keuangan, Ligwina Poerwo-Hananto menjelaskan, jika ingin menjadi sosok baru dengan keuangan yang lebih sehat, ubahlah kebiasaan dan mulailah menambah aset. Untuk bisa melakukan dua hal penting ini, Anda harus berkomitmen menjalani pengelolaan keuangan yang lebih terencana.

"Perencanaan keuangan merupakan cara sistematis untuk memperbaiki kondisi keuangan. Tidak pernah ada cara yang sama secara terus-menerus dalam merencanakan keuangan. Selalu ada cara baru dalam mengelola uang. Sesuatu yang dijalankan sistematis ini lama-kelamaan akan menjadi otomatis dan menjadi kebiasaan dalam diri seseorang, inilah yang berperan penting untuk memperbaiki kondisi keuangan," jelas Ligwina dalam talkshow keuangan beberapa waktu lalu.

Mengubah kebiasaan
Kondisi keuangan yang kusut lebih disebabkan karena kebiasaan yang keliru dalam menggunakan uang. Untuk mengatasinya, identifikasi masalah dan kenali diri sendiri. Jalani gaya hidup sesuai dengan level yang Anda mampu, kata Ligwina. "Kenali, Anda pantas hidup dengan gaya hidup seperti apa," lanjutnya.

Menambah aset
Kalau sudah bekerja, Anda harus bisa menghasilkan sesuatu, termasuk aset lancar seperti tabungan, deposito, atau reksadana, kata Ligwina. Setiap tahun aset ini harus ada peningkatan.

"Fresh graduate yang punya tabungan Rp 3 juta di rekeningnya akan lebih bermartabat daripada mereka yang bekerja bertahun-tahun namun tak punya tabungan," tegas Ligwina.

Tak perlu malu jika saat ini Anda sedang menyicil rumah atau mobil, karena Anda tengah menambah aset. Setidaknya, kerja keras Anda membangun karier dan pekerjaan membuahkan hasil. Jika sudah lama bekerja namun belum juga menghasilkan aset, saatnya melakukan refleksi diri, dan segera perbaiki kondisi finansial Anda dengan perencanaan keuangan yang lebih sehat.

Mulailah berkomitmen
Sebagai langkah awal, jika punya kartu kredit, lunasi utang kartu kredit Anda 100 persen. "Boleh pakai kartu kredit Anda asalkan utang lunas 100 persen," tegas Ligwina. Gunakan uang sesuai posnya dengan membedakan kartu kredit sehari-hari dengan kartu kredit untuk bersenang-senang. "Pisahkan kartu kredit hari-hari dengan kartu kredit untuk hura-hura," saran Ligwina.

Lalu, buatlah komitmen kuat pada diri sendiri untuk menyisihkan 10-30 persen dari penghasilan untuk tabungan. Saat menerima gaji, segera potong untuk tabungan, jadi jangan menyisihkannya di belakang setelah memenuhi hasrat belanja Anda. Selain itu batasi jumlah cicilan karena gaji Anda terbatas. Praktekkan rumus belanja untuk menyelamatkan keuangan Anda.


Editor : Dini