Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Profesi Mengemis

Mengemis Jadi Profesi Baru di Banda Aceh

Senin, 7 Februari 2011 | 18:35 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banda Aceh Purnama Karya mengatakan praktik meminta-minta sudah menjadi profesi bagi gelandangan dan pengemis, sehingga sulit diberantas.

"Dari sejumlah gelandangan dan pengemis yang kami bina terungkap bahwa mereka bukan berasal dari masyarakat kurang mampu, tetapi menjadikan praktik meminta-minta sebagai sumber ekonomi," katanya di Banda Aceh, Senin (7/2/2011).

Gelandangan dan pengemis yang selama ini beroperasi di Kota Banda Aceh umumnya berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Mereka, khusus datang ke Kota Banda Aceh berprofesi sebagai peminta-minta. Mereka juga menyewa rumah di kawasan Kabupaten Aceh Besar.

"Kalau memang mereka warga Kota Banda Aceh, tentu akan dibantu. Tapi, selama ini tidak seorang pun gelandangan dan pengemis yang pernah dirazia berasal dari Kota Banda Aceh," tukasnya.

Dari pengakuan sejumlah gelandangan dan pengemis yang pernah ditertibkan terungkap, mereka umumnya memiliki rumah bagus di kampung halaman.

Ia menyayangkan sikap mereka yang sengaja menjual kemiskinan sebagai profesi. Padahal mereka tersebut bukanlah kelompok gelandangan dan pengemis.

"Yang dirazia orangnya itu-itu saja. Mereka juga bukan orang miskin. Mereka punya rumah bagus, layaknya warga yang mampu, tetapi rela menjual kemiskinan," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau warga Kota Banda Aceh tidak memberikan uang kepada peminta-minta yang kerap beroperasi di persimpangan jalan maupun tempat keramaian lainnya.

Selain itu, saat ini Pemerintah Kota Banda Aceh sedang menyusun qanun atau peraturan daerah terkait keberadaan dan pemberian uang kepada gepeng.

"Kalau memang ada warga yang ingin menyumbang, salurkan saja bantuan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar tempat tinggal. Tidak memberikannya kepada gepeng di jalan raya," kata Purnama Karya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: