Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Jasa PT Dok Dimanfaatkan 18 Kapal

Minggu, 9 Januari 2011 | 20:32 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Sejak Juli 2010 lalu, sudah ada 18 kapal besar yang memanfaatkan jasa perbaikan milik PT Dok Pantai Lamongan di Desa Kemantren Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sampai saat ini PT DPL belum beroperasi secara penuh, namun dok perbaikannya sudah bisa difungsikan.

Direktur PT Dok Pantai Lamongan (DPL) Johanes Titus Minggu (9/1/2011) menyebutkan, dua kapal dengan nama lambung Bali Gianyar dan Global saat ini sedang diperbaiki.

"Total kapal yang memanfaatkan jasa DPL untuk diperbaiki sebanyak 18 unit. Sekarang masih tahap uji coba, setelah nanti secara administrasi, maupun teknis produksi sudah sempurna, kami akan segera beroperasi secara penuh," kata Titus.

Menurut dia, perkembangan industri maritim, dalam hal ini industri pelayaran sangat cepat. Namun jumlah galangan kapal untuk perbaikan sangat terbatas, sehingga seringkali kapal harus mengantre untuk melakukan perbaikan.

"Selama ini kapasitas kapal dan galangan yang ada sangat tidak sebanding. Padahal kapal penumpang tiap tahunnya harus mengantongi izin layak laut. Pasar dok saat ini sangat prospektif, baik untuk kapal baru maupun untuk yang melakukan perbaikan," paparnya.

Namun akibat kedalaman laut tidak memadai untuk menggunakan dok kolam atau graving dok, PT DPL membangun sleep way (dok tarik dengan menggunakan sistem air bag, semacam balon yang dipompa dengan panjang mencapai 20 meter).

Balon itu digunakan sebagai bantalan untuk menarik kapal ke daratan tempat perbaikan. PT DPL saat ini sedang membangun unit sleep way yang kedua.

Titus menjelaskan Jawa Timur dan Lamongan berpeluang untuk menjadi kawasan khusus bagi industri maritim. "Jatimlah pusatnya SDM kemaritiman terlebih dengan adanya laboratorium Hidrodinamika terbesar di ITS, dan design centre perkapalan jugaada di Jatim," ujar Titus.

Masyarakat tidak perlu khawatir, semua proses perbaikan oleh PT DPL dilakukan di darat mulai dari proses pengelasan dan pengecatan. Limbah yang dihasilkan PT DPL merupakan seperti besi, potongan plat, dan minyak semuanya dapat didaur ulang.

Bupati Lamongam Fadeli melihat perkembangan investasi di wilayah pantura Lamongan semakin pesat. Salah satunya, PT DPL yang merupakan bengkel bagi perbaikan kapal yang mengalami kerusakan.


Editor : Benny N Joewono