Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:33 WIB
Wow, di Banyumas Ada Ronda Cabai
Madina Nusrat | I Made Asdhiana | Rabu, 5 Januari 2011 | 20:07 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Pedagang cabai menyortir cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (5/1/2010).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Di Banyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah, kegiatan ronda tak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk menjaga lahan pertanian cabai. Sebab sejak harga cabai melambung, banyak petani di kedua kabupaten itu khawatir panen cabainya dicuri.

Tetapi karena sekarang harganya tinggi, saya harus menjaga tanaman cabai saya supaya tidak dicuri.
-- Sujarwo

Suwarjo (59), petani cabai merah keriting di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, ini secara rutin ronda malam memeriksa pertanian cabai di dekat rumahnya. "Sejauh ini memang cabai saya belum pernah dicuri. Tetapi karena sekarang harganya tinggi, saya harus menjaga tanaman cabai saya supaya tidak dicuri," katanya, Rabu (5/1/2011).

Apalagi, kata Suwarjo, sudah sepekan ini harga cabai merah keriting di tingkat petani berkisar Rp 40.000-50.000 per kilogram. Hasil panen cabainya juga cukup banyak, yakni 50 kg cabai yang dipanen setiap lima hari sekali.

Petani cabai di Purbalingga juga melakukan hal serupa, seperti di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Apalagi menurut Kepala Desa Serang Sugito, beberapa petani di desanya pernah mengalami panen cabainya dicuri saat harga cabai juga melambung tinggi pada pertengahan tahun 20 10 lalu. Pencurian itu dilaksanakan pada malam hari, dan mengangkut cabai dengan karung.

"Belajar dari pengalaman tahun lalu, sekarang seluruh petani cabai di desa kami selalu ronda keliling menjaga tanaman cabainya," katanya.