Tasikmalaya, Lumbung Pangan Organik - Kompas.com

Tasikmalaya, Lumbung Pangan Organik

Kompas.com - 05/01/2011, 15:26 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tingginya kesadaran petani di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terhadap kelestarian lingkungan melalui pertanian organik menjadi modal utama pemerintah setempat untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai lumbung pangan organik.

"Lumbung beras boleh ada di Karawang atau Indramayu tapi lumbung pangan organik ya Tasikmalaya," ujar Kepala Bidang Produksi Padi dan Palawija Dians Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Soni Prayatna, Rabu (5/1/2011).

Pernyataan Soni itu bukan isapan jempol belaka. Sebab, saat ini sudah terdapat 320 hektar sawah petani yang mengantungi sertifikat organik dan perdagangan berkeadilan dari lembaga sertifikasi internasiona The Institute for Marketology atau IMO yang berbasis di Swiss.

Sawah tersebut telah dikelola secara organik selama lebih dari lima tahun. Selain itu, ada 50 hektar sawah yang sedang menjalani proses sertifikasi organik dari Badan Standar Nasional Indonesia atau BSNI. Sawah ini dikelola secara organik tidak lebih dari tiga tahun.

Sawah-sawah tersebut, kata Soni, belum termasuk sawah yang dikelola secara organik tapi belum mendapat sertifikat organik. Bahkan, sejak tahun 2009 petani Kabupaten Tasikmalaya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Simpatik telah berhasil mengekspor beras organik ke sejumlah negara sepert Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab.

Ke depan, Soni sangat berharap sawah yang dikelola secara organik terus meluas hingga seluruh sawah yang ada sekitar 50000 hektar. Dengan demikian, kelestarian ekosistem sawah terjaga, produktivitas meningkat, penghasilan petani bertambah, dan masyarakat mendapat sumber pangan yang sehat.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya Henry Nugroho, menambahkan, selain padi pemerintah daerah pun sedang menerapkan pertanian organik pada hortikultura. "Dalam dua tahun terakhir kami menanam cabai dan manggis organik. Memang luas lahannya masih sedikit tapi diharapkan dari tahun ke tahun terus bertambah," kata Henry.

EditorGlori K. Wadrianto
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X