Lintas Penyeberangan Kupang Dibatalkan - Kompas.com

Lintas Penyeberangan Kupang Dibatalkan

Kompas.com - 23/12/2010, 17:31 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - PT Feri Indonesia Cabang Kupang, NTT, kembali membatalkan lintas penyeberangan ke Kupang-Rote, Kupang-Aimere dan Kupang-Larantuka pada Kamis (23/12/2010), karena cuaca buruk.

"Keadaan gelombang laut kurang bersahabat disertai pula dengan angin kencang, sehingga kami memutuskan membatalkan penyeberangan ke Pulau Rote di Kabupaten Rote Ndao, Flores Tengah di Aimere dan Larantuka di ujung timur Pulau Flores," kata Manajer Operasional PT Feri Indonesia Cabang Kupang, Arnold Yansen, Kamis.

Pihaknya mengambil langkah membatalkan penyeberangan ke Pulau Rote, Airmere dan Larantuka, karena menurut laporan navigasi, kecepatan angin sulit diprediksi sehingga bisa memicu terjadinya gelombang tinggi.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, tinggi gelombang di wilayah perairan NTT berkisar 3,5-5,0 meter dengan kecepatan angin pada kisaran antara 10-25 knot/jam.

"Keadaan gelombang laut dengan kecepatan angin seperti itu, sangat berbahaya untuk melakukan penyeberangan, sehingga manajemen PT Feri Indonesia mengambil keputusan untuk membatalkan seluruh penyeberagan ke berbagai lintasan di Nusa Tenggaa Timur untuk batas waktu yang tidak ditentukan atau hingga kondisi kembali normal," katanya.

PT Feri Indonesia Cabang Kupang memiliki enam armada pelayaran kapal feri, yakni KMP Umakalada, KMP Ile Boleng, KMP Ile Ape, KMP Ile Mandiri, KMP Cucut dan KMP Balibo untuk melayani lintas penyeberangan Kupang-Larantuka, Kupang-Lewoleba, Kupang-Rote, Kupang-Sabu, Kupang-Ende-Waingapu, dan Kupang-Kalabahi.

Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana Kupang Purwanto yang dihubungi secara terpisah meminta masyarakat untuk mewaspadai angin puting beliung yang sesewaktu akan muncul dan memicu pergerakan gelombang bagi para nelayan dan aktivitas pelayaran di luar.

"Berdasarkan laporan yang ada cuaca ekstrim diprediksi akan terjadi hingga sekitar Januari 2011 karena itu masyarakat harus waspada," katanya.

Menghadapi kondisi ini seluruh pemangku kepentingan di daerah perlu berkoordinasi dengan Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika terkait data cuaca.

Setelah itu data tersebut bisa segera disosialisasikan kepada masyarakat di wilayahnya lewat berbagai sarana yang tersedia.

"Data tersebut meliputi berbagai hal diantaranya gelombang tinggi atau cuaca buruk dan jarak pandang untuk penerbangan," katanya.

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunda perjalanan khususnya melalui jalur laut jika kondisi cuaca sedang tidak baik.

Selain peran aktif dari pemerintah daerah, masyarakat juga diminta tetap mewaspadai cuaca buruk.

BMKG menyatakan cuaca ekstrim masih akan bertahan hingga beberapa pekan ke depan ditandai dengan hujan deras akan terus turun di sore hari.

Daerah yang akan terkena cuaca ekstrim ini melingkupi seluruh Jawa, Sumatra bagian Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur serta Sorong, Timika, dan Biak di wilayah Papua.

Cuaca ekstrim ini terjadi karena siklus basah dan kering yang terlalu cepat akibat La Nina dan pemanasan global.

Kejadian anomali ini lebih banyak di Indonesia bagian Timur, yaitu di Selat Makassar, Laut Banda, dan Laut Arafura dan Laut Sawu.

EditorBenny N Joewono

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM