Sabtu, 22 November 2014

News / Regional

Bencana Merapi

Kerugian Akibat Merapi, Rp 479,32 Miliar

Rabu, 15 Desember 2010 | 20:46 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng memperkirakan kerugian akibat erupsi Gunung Merapi di tiga wilayah di provinsi ini mencapai 479,32 miliar.

"Kerugian tersebut terjadi di 18 sektor yang kebutuhan dana bagi proses rehabilitasinya akan diajukan ke pemerintah pusat," kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Priyanto Jarot Nugroho, Rabu (15/12/2010).

Sejumlah sektor yang mengalami kerusakan akibat erupsi gunung berapi teraktif di dunia ini di antaranya kesehatan, pendidikan, pertanian, pemukiman, dan sebagainya.

Pascabencana Merapi, pemerintah provinsi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah siap mulai rehabilitasi.

Masa rehabilitasi akan berlangsung mulai Januari-April 2011.

Meski demikian, hingga saat ini masih terdapat ancaman lahar dingin material Merapi yang terjadi bersamaan dengan tingginya curah hujan di kawasan lereng gunung ini.

Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan ancaman banjir lahar masih akan terjadi hingga Februari 2011 mendatang.

Menurut dia, banjir lahar dingin yang terjadi beberapa waktu telah mengalir ketujuh sungai yang ada di lereng Merapi. Sebuah jembatan rusak akibat luapan banjir lahar dingin ini.

Untuk mengantisipasi kerusakan serta dampak yang terjadi akibat banjir lahar dingin ini, pemerintah telah menyiagakan sejumlah alat berat.

Selain itu, untuk jembatan yang rusak juga telah diperoleh bantuan jembatan darurat dari Zeni Tempur Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro.

"Jika ada lagi jembatan yang rusak akibat aliran lahar dingin ini, bantuan jembatan darurat dari Zeni Tempur Kodam IV siap digunakan," katanya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: