KOMPAS/RIZA FATHONI
TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Harga cabai merah dan rawit yang dijual pedagang sayur-mayur di Pasar Baru, Kota Tanjung Pinang, ibu kota Kepulauan Riau, jauh lebih tinggi dibanding harga ayam, Selasa (14/12/2010).
Pedagang sayur-sayuran dan daging ayam di Pasar Baru menyatakan, harga cabai merah dan rawit mulai hari ini naik dari Rp 45.000 per kg menjadi Rp 50.000 per kg, sementara harga daging ayam turun dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 24.000 per kg.
"Menjelang Natal 2010, harga cabai setiap hari naik," kata Upik (43) sambil melayani konsumen. Upik mengatakan, tingkat permintaan terhadap cabai merah dan rawit asal Pulau Jawa turun drastis, terutama pada saat harganya naik, seperti yang terjadi dalam setengah tahun terakhir.
Kenaikan harga cabai merah dan rawit hingga mencapai Rp 50.000 per kg sebelumnya terjadi menjelang perayaan Idul Fitri 1431 H. Sejak itu, kata dia, permintaan terhadap cabai merah dan rawit menurun karena konsumen lebih tertarik membeli cabai merah kering asal India.
Harga cabai merah kering yang dijual pedagang juga mengalami kenaikan dari Rp 26.000 per kg menjadi Rp 32.000 per kg. Kondisi itu berbeda dengan harga cabai hijau asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang tetap stabil.
Dalam pekan ini, harga cabai hijau dijual Rp 24.000 per kg. "Pendapatan kami menurun 50 persen dari Rp 1 juta menjadi Rp 500.000 setiap hari," ungkap Upik.
Pedagang daging ayam di Pasar Baru, Tanjung Pinang, Topan (30), mengemukakan, tingkat permintaan terhadap daging ayam tidak mengalami peningkatan, meski harganya turun. Biasanya daging ayam terjual 130 kg-200 kg. Namun sekarang, daging itu hanya terjual sekitar 80 kg.
"Stok ayam banyak, harga turun. Namun, tingkat permintaan tidak bertambah," ungkapnya.
