Perangkat Desa Bali Tuntut Jadi PNS - Kompas.com

Perangkat Desa Bali Tuntut Jadi PNS

Kompas.com - 14/12/2010, 14:10 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com- Sekitar 150 kepala urusan (kaur) desa se-Bali, Selasa (14/12/2010) pagi tadi, berunjuk rasa di kantor Gubernur Bali. Mereka menuntut pengangkatan menjadi PNS atas pengabian mereka selama ini.

Namun, upaya mereka untuk bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika gagal dan hanya ditemui oleh staffnya. “Kita harus bertemu Gubernur, kami sangat kecewa, padahal kita sudah bersurat dua bulan, kenapa sih Pak Gubernur ga bisa bertemu sejam saja,” keluh salah seorang perwakilan pengunjuk rasa, Gede Sudiarsa di sela-sela unjuk rasa.

“Kita tau Gubernur waktunya padat, kita hanya minta waktu satu jam, ga usah satu hari. Tetapi apa si artinya kita-kita, seolah-olah dia melupakan anaknya. Kalau tanpa kita Gubernur bukan apa-apa,” imbuhnya.

Menurut Sudiarsa, dari sisi SK yang ditandatangani oleh Bupati, kaur merupakan tenaga honorer yang mendapatkan penghasilan dari Pemerintah Daerah dan berhak diangkat menjadi PNS. “ Pendataan pertama kita juga ikut mendata tapi setelah nyampe di BKD mentok, dan tidak ditindaklanjuti,” jelas pria yang sudah 22 tahun menjadi kaur di Karangasem.

Meski hari ini gagal menemui Gubernur, para pengunjuk rasa tetap akan memperjuangkan nasib mereka hingga ke pemerintah pusat. “Kita tetap akan berjuang terus, kalo pemerintah daerah tidak bisa kita ke Menpan,” tegas Sudiarsa. Para pengunjuk rasa mengancam tidak akan terlibat dalam kegiatan pemilukada ataupun pemilu legislatif dan Presiden tahun 2014 nanti. Padahal selama ini mereka yang membentuk PPS di desa-desa sehingga pemilu bisa terselenggara dengan baik.

EditorMarcus Suprihadi
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X