Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Minyak Tanah

Harga Minyak Tanah Tembus Rp 7.000

Jumat, 10 Desember 2010 | 21:01 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Harga eceran minyak tanah di tingkat pengecer pada sejumlah lokasi di wilayah Kota Kupang, NTT sudah mencapai Rp 7.000/liter.

"Ini harga yang sudah kelewat batas bagi kami orang kecil," kata Mery Oktaviana (45), ibu rumah tangga di Kelurahan Oesapa, Jumat (10/12/2010).

Dia menduga ada jaringan perdagangan minyak tanah yang curang yang dilakukan oknum pemilik pangkalan dengan sejumlah pengecer, untuk bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat dari krisis bahan bakar tersebut saat ini.

"Pedagang pengecer selalu saja memiliki stok minyak tanah, sedang untuk mendapatkan minyak tanah langsung dari pangkalan, sulitnya bukan main. Apakah ini bukan sebuah permainan," kata Oktaviana.

Irene Halun (35), warga Kelurahan Oesapa lainnya secara terpisah mengaku, harga minyak yang ada di pengecer sudah sangat mencekik leher masyarakat miskin.

"Bahan bakar itu kan sudah disubsidi oleh pemerintah untuk membantu masyarakat miskin, kenapa harganya sampai Rp 7.000/liter," katanya.

Harga minyak tanah di tingkat pengecer pada pekan lalu, hanya mencapai angka Rp 5.000/liter, tetapi sekarang naik lagi menjadi Rp 7.000/liter.

Ibu rumah tangga itu mengharapkan pemerintah Kota Kupang segera melakukan penindakan terhadap para pedagang pengecer yang dengan seenaknya menaikkan harga eceran minyak tanah.

Kepala Satpol PP Kota Kupang Dumuliahi Djami yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku pihaknya sedang melakukan operasi ke sejumlah pangkalan untuk menertibkan harga jual minyak tanah yang sudah melampaui harga eceran terendah (HET).

"Jika ada pengecer yang terbukti menjual minyak tanah melebihi HET, akan langsung kita sita karena hanya akan meresahkan masyarakat saja," katanya.

Operasi dengan pola itu dilakukan atas instruksi Wali Kota Kupang Daniel Adoe agar tidak merugikan masyarakat lainnya yang membutuhkan bahan bakar dalam rumah tangga tersebut.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: