Minggu, 31 Agustus 2014

News / Regional

Ibu Kota Baru

Gubernur Lampung: Pengunjuk Rasa Itu Oknum

Selasa, 23 November 2010 | 17:07 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menegaskan, tahapan pembangunan ibu kota baru Lampung di Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, tetap dilanjutkan.

Hal itu tetap dilaksanakan, meskipun muncul unjuk rasa ratusan warga Jati Agung, Senin (22/11/2010). Mereka menolak alih fungsi hutan Register 40 untuk kota baru jika tidak disertai relokasi lahan warga.

Mengomentari soal unjuk rasa ini, ia mengatakan, "Yang demo itu bukan masyarakat register. "Ada indikasi keterlibatan oknum di kawasan register," ujarnya kepada Kompas melalui pesan layanan singkat di telepon seluler, Selasa (23/11/2010) sore.

Menurut dia, alih fungsi sebagian hutan register eks LIPI di Jati Agung sudah memenuhi berbagai prosedur yang berlaku. "Dan, sudah ada pembicaraan dan kesepakatan tim Pemprov dengan kades dan masyarakat setempat," ujarnya tanpa memerinci kesepakatan yang dimaksud.

Sebagai informasi, Pemprov Lampung, khususnya Gubernur Lampung, telah memprogramkan pembangunan ibu kota baru di Lampung Selatan, yaitu di Jati Agung dan Natar. Luas wilayah eks hutan register yang akan dikonversi menjadi kota baru ini sekitar 16.000 ha.

Selain perkantoran gubernur, berikut kantor-kantor pemprov serta berbagai instansi terkait macam kepolisian dan kejaksaan. Di tempat ini juga akan dibangun pusat niaga dan permukiman yang baru yang lebih berwawasan lingkungan hidup.

 

 


Editor : Erlangga Djumena