"Sultan Ground" Tak Bisa Disertifikatkan - Kompas.com

"Sultan Ground" Tak Bisa Disertifikatkan

Kompas.com - 22/11/2010, 13:39 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan harus ada pengganti tanah kas desa maupun "Sultan Ground" (tanah milik Keraton Yogyakarta) yang digunakan untuk relokasi warga korban bencana Gunung Merapi.
     
"Pada prinsipnya kami tidak mempermasalahkan penggunaan ’Sultan Ground’ (SG) untuk rekonstruksi dan relokasi, tetapi tanah ini tidak bisa dimanfaatkan secara mandiri oleh warga," katanya di sela peluncuran ’shelter’ atau tempat hunian sementara warga korban Merapi, di Kabupaten Sleman, Senin (22/11/2010).
     
Menurut Sultan, penggunaan tanah SG ada aturannya, yakni tidak bisa diperjualbelikan, sehingga tidak bisa disertifikatkan, dan warga tidak bisa memanfaatkannya hingga maksimal. Raja Kasultanan Yogyakarta itu mengatakan, hal yang sama juga terhadap tanah kas desa, karena pemerintah desa harus mencari pengganti tanah kas desa yang digunakan untuk relokasi warga korban bencana Merapi.
     
"Kami usulkan agar pemerintah daerah menyediakan dana abadi bagi pemerintah desa. Dana abadi tersebut untuk mencari tanah kas desa pengganti," katanya.
     
Ia mengatakan hal ini memang dilematis, karena tanah kas desa bisa diperjualbelikan, namun ada aturan pemerintah yakni harus ada tanah pengganti tanah kas desa itu. "Usulan saya kalau bisa disediakan dana abadi yang diambil dari APBD untuk kepentingan pemerintah desa yang tanah kas desanya dipergunakan," katanya.
     
Sultan mengatakan untuk "shelter" atau tempat hunian sementara yang kini sedang dibangun diharapkan dapat membantu memulihkan perekonomian warga korban bencana Merapi. "Mereka yang kini tinggal di pengungsian pun taraf kehidupannya harus lebih baik dari sebelumnya. Pokoknya, mereka harus lebih baik dari sebelum erupsi Gunung Merapi," katanya.


EditorIgnatius Sawabi

Terkini Lainnya

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Nasional
Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan

Close Ads X