Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Mayat "Ladies Punk" Dimutilasi

Minggu, 21 November 2010 | 06:39 WIB

Laporan Wartawan Banjarmasin Pos

MARTAPURA, KOMPAS.com
 — Kurang dari 24 jam, aparat Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Banjar berhasil mengidentifikasi potongan tubuh manusia yang ditemukan warga dalam sebuah tas jenis ransel di kawasan irigasi Kompleks Lutfia (Bincau), Jumat (19/11/2010) malam.

"Korban berjenis kelamin perempuan. Untuk namanya kita indikasikan Fatma alias Wati alias Fatimah," ujar Wakapolres Banjar Komisaris Tedy Mukmin kepada Metro, Sabtu (20/11/2010).

Disebutkan, Wakapolres, berdasarkan informasi yang dihimpun jajarannya, korban merupakan anggota dari komunitas (penggemar musik) punk.

Salah seorang anak punk Banjarbaru, Hari (30), membenarkan bahwa wajah dari potongan kepala yang diperlihatkan polisi kepadanya adalah Fatma. "Saya terakhir bertemu Fatma pada Kamis (17/11/2010) malam," kata warga Sungaiulin Banjarbaru itu.

Menurut punkers (sebutan khusus laki-laki punk) yang tubuhnya penuh tato ini, dalam komunitasnya Fatma disebut sebagai ladies punk (sebutan khusus bagi perempuan punk).

"Setahu saya, Fatma selalu sendiri kalau ke mana-mana. Dia tidak tergabung dengan komunitasku dan jarang ngomong," kata Hari.

Pernyataan Hari diperkuat Nilam (14), warga Bincau yang ikut dimintai keterangan oleh penyidik Polres Banjar. Nilam mengaku mengenal Fatma dan  dua kali bertemu dengannya dalam sepekan terakhir.

"Dia orangnya baik, ceria, dan rasanya tidak pernah ngeluh. Tidak kenal dekat juga, hanya sebatas tahu. Dia kerap nongkrong dan jalan sendiri di Taman Idaman Banjarbaru," sebut Nilam.

"Rasanya dia itu baru berumur 17-an dan sudah putus sekolah. Masalah pribadinya saya tidak tahu lebih dalam," tambah Nilam kelas IX SMP 7 Martapura.

Hingga Sabtu (20/11/2010) siang sebanyak delapan orang saksi dimintai informasi terkait Fatma. Beberapa orang merupakan warga sekitar lokasi penemuan ransel berisi potongan tubuh Fatma. Lainnya adalah anak-anak dari komunitas punk di Banjarbaru yang mengenal remaja malang itu.

"Dari keterangan beberapa saksi, korban sering menyendiri dan berpindah-pindah lokasi mangkal," kata Wakapolres Banjar Komisaris Tedy Mukmin.

Selain bekerja keras mengusut dan mengungkap pelaku mutilasi pertama di Kabupaten Banjar itu, kepolisian juga terus mencari sisa potongan tubuh korban.

"Kami masih berupaya menemukan kaki kanan dan sisa tubuh korban," ucap Wakapolres.

Sementara itu, dari pantauan Metro, siring di lokasi penemuan potongan tubuh Fatma sudah diberi garis polisi. Meski begitu, banyak warga sekitar yang penasaran melihat tempat tersebut.

"Petang itu saya mau mandi di sungai, lalu melihat tas ransel tersebut. Ternyata isinya potongan tubuh," tutur Djainudin (42), warga Bincau, kepada warga lain yang ingin tahu asal-usul penemuan mayat yang dimutilasi tersebut.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: