Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Dugaan Korupsi Rp 99 Miliar

Gubernur Dibui, Rumah Mewahnya Sepi

Sabtu, 23 Oktober 2010 | 00:12 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Rumah pribadi Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin di Jalan Eka Dharma, Kecamatan Medan Johor, Jumat (22/102010) malam, terlihat sepi setelah dia dikirim ke bui oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta.

Gerbang utama rumah mewah Syamsul Arifin terkunci rapat dan nyaris tidak terlihat aktivitas. Sementara itu, beberapa petugas keamanan terlihat duduk sambil menonton televisi di dalam bangunan rumah semi-permanen yang lokasinya persis bersebelahan dengan kediaman Syamsul Arifin. 

Pemandangan serupa juga terlihat di rumah dinas gubernur di Jalan Jenderal Sudirman. Beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga di dekat gerbang utama dan di pos induk yang berjarak sekitar 10 meter dari gedung gubernuran Medan.

Di halaman rumah dinas itu juga tidak terlihat satu pun mobil parkir, baik mobil tamu maupun mobil dinas gubernur.

Syamsul Arifin yang juga Ketua Partai Golkar Sumut ditahan KPK sejak Jumat malam terkait dugaan terlibat kasus penyalahgunaan dana APBD Kabupaten Langkat sejak tahun 1999 hingga 2007.

Sebelum dititipkan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta, Syamsul telah berstatus tersangka sejak sekitar April 2010. Akibat kasus tersebut, negara diperkirakan dirugikan sekitar Rp 99 miliar.


Editor : yuli
Sumber: