Rabu, 26 November 2014

News /

Bandara Dumai Ditutup

Kamis, 21 Oktober 2010 | 03:49 WIB

Pekanbaru, Kompas - Kabut asap yang melanda Provinsi Riau mulai berdampak pada penerbangan. Hari Rabu (20/10), sejak pagi hari Bandara Pinang Kampai, Dumai, terpaksa ditutup karena pendeknya jarak pandang.

”Sejak pukul 07.00 jarak pandang di bawah 500 meter, ujung landasan tidak terlihat. Kami langsung memberi tahu kepada pihak Pelita Air agar menunda kedatangan pesawat dari Jakarta,” ujar Kepala Operasional Bandara Pinang Kampai Achwin.

Ia menambahkan, pihaknya juga menunda keberangkatan pesawat carter Cassa yang semestinya lepas landas menuju Pekanbaru. Bahkan, helikopter milik Kepolisian Daerah Riau yang akan meninjau kebakaran hutan di Dumai dan Bengkalis tidak diizinkan mendarat di Dumai. Bandara Pinang Kampai baru dibuka setelah pukul 11.00 saat jarak pandang di atas 1.500 meter.

Ketua Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Riau Mambang Mit, Selasa, meminta bantuan pemerintah pusat untuk memadamkan api di Riau dengan hujan buatan.

Berdasarkan data dari satelit NOAA 18, Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai terparah dilanda kebakaran. Tiga tim Manggala Agni dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau masih mengupayakan pemadaman.

Kebakaran hutan di Sepahat membakar kebun sawit milik Pemerintah Provinsi Riau, perkebunan masyarakat, hutan tanaman industri (HTI), dan lahan kosong di sekitarnya. Sulitnya pemadaman karena kebakaran terjadi di lahan gambut.

Juru bicara Sinar Mas Forestry (SMF), Nurul Huda, mengatakan, kebakaran di Sepahat nyaris mendekati areal HTI milik Eka Tjipta itu. Api hanya berjarak sekitar 100 meter lagi ke batas areal HTI yang merupakan zona penyangga Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu. Api tertahan karena ada kanal yang dialiri air. SMF telah menurunkan delapan tim dengan 15 pompa dan selang panjang untuk membantu pemadaman.

Titik panas

Di Jambi, titik-titik panas terus bermunculan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data sebaran titik panas dari Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Jambi, ada 99 titik panas terjadi dalam dua hari terakhir.

Menurut Kepala BKSDA Provinsi Jambi Tri Siswo, hal itu disebabkan aktivitas pembukaan lahan di kawasan tersebut.

Supervisor Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Jambi Kurnianingsih mengatakan, kecepatan angin cenderung tinggi, khususnya pada siang hari. Hal itu memungkinkan penyebaran api terjadi lebih cepat dari biasanya. Angin bergerak dari arah barat daya hingga barat laut ke arah timur hingga tenggara,

Kecepatan angin umumnya 14 kilometer per jam, tetapi bisa juga sangat tinggi, 18-25 km per jam. Kondisi itu juga terjadi di wilayah barat Jambi, yang paling banyak jumlah titik panasnya. Apalagi suhu cenderung tinggi, yaitu 33-34 derajat celsius pada siang hari.

Meski cepat menyebar, kata Kurnianingsih, kebakaran lahan diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena potensi turun hujan meningkat seiring dengan kondisi Jambi yang memasuki musim hujan pada bulan Oktober ini. (SAH/ITA)


Editor :