Selasa, 29 Juli 2014

News / Regional

IPB Luncurkan 20 Komoditi Unggulan

Minggu, 3 Oktober 2010 | 19:57 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan atau memperkenalkan 20 jenis baru komoditi pertanian ungulan, Minggu (3/10/2010). Produk tersebut hasil pemuliaan para penelitia Departemen Agronomi dan Hortikuluta Faperta IPB dan Pusat Kajuan Buah Tropika LPPM IPB.

Acara peluncuran produk tersebut berlangsung di Kebun Percobaan Leuwikopo di Kampus IPB Dermaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, bersamaan dengan kegiatan "Farmer Field Day", yang diadakan untuk memperingati Dies Natalis IBP ke-47. Hadir dalam acara itu Menteri Pertanian Suswono.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, 20 produk baru kualitas unggul tersebut merupakan kerja keras para peneliti IPB, untuk secara nyata memberi kontribusi positif bagi bangsa dan negara, khususnya dunia pertanian di Indonesia. Ia berharap, produk-produk ungulan pertanian itu dapat meningkatkan produktifitas pertanian Indonesia.

"Isu krisis pangan dunia dan masalah-masalah lain terkait pertanian saat ini memang menjadi tantangan besar bagi kami di IPB untuk terus berbuat dalam upaya memberikan kontribusi positif bagai bangsa dan Negara. Tantangan kita yang harus dijawab adalah bagaimana meningkatkan hasil produk pertanian nasional," ujarnya.

Dua puluh komoditi pertanian jenis baru itu terdiri dari dua jenis padi, dua jenis kentang, lima jenis melon, lima jenis papaya, satu jenis nanas, satu jenis pisang, satu jenis alpukat, dan tiga jenis cabai. Dari jumlah itu, 10 jenis sudah dilepas ke publik, sisanya dalam proses perizinan di Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Suswono menyatakan penghargaannya atas upaya keras para peneliti IPB untuk menghasilkan jenis-jenis produk petanian unggulan. "Produk pangan ungulan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kecukupan pangan dan bersaing dengan produk-produk pertanian impor. Adanya jenis baru buah-buah tropical hasil pemuliaan peneliti IPB kami harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia di tengah membanjirnya buah-buah impor saat ini," katanya.


Editor : Heru Margianto