Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

Pencurian 10.000 lt Solar

Diduga Melibatkan Karyawan Pertamina

Rabu, 22 September 2010 | 21:54 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Satuan Reskrim Polresta Samarinda, Kaltim, terus mendalami kemungkinan keterlibatan oknum pegawai Depo Pertamina setempat dalam kasus pencurian 10.000 liter bahan bakar minyak jenis solar.

"Kami masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan keterangsan saksi untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan orang lain, termasuk oknum pegawai Pertamina pada kasus pencurian 10.000 liter solar tersebut," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Samarinda, Ajun Komisaris Arif Budiman, Rabu (22/9/2010).

Kasus yang terungkap Sabtu itu, polisi menyita 10.000 liter BBM jenis solar dan empat unit mobil tangki serta menangkap empat orang pelaku pencurian, termasuk seorang satpam Depo Pertamina Samarinda.

"Dua orang yang merupakan karyawan dari kontraktor pengisian Pertamina hingga saat ini masih kami kejar," katanya.

Karena menyangkut keamanan, barang bukti berupa solar sekitar 10.000 liter dan empat unit mobil tangki masing-masing dua unit berkapasitas 5.000 liter dan dua unit berkapasitas 10.000 liter sementara kami titipkan di Depo Pertamina Samarinda.

Selain petugas keamanan Depo Pertamina Samarinda berinisial BM, tiga orang lainnya diamankan, sopir berinisial E, penghubung berinisial F dan S yang bekerja sebagai karyawan perusahaan transportir.

"Mekanisme pengambilan BBM itu harus melalui pembayaran ke bank, kemudian bukti setoran itu diserahkan ke divisi LO (loading order) atau delivery order (DO), lalu sopir mengambil BBM itu sesuai jumlah pembayaran. Namun, sebelumnya harus memasukkan PIN (personal identification number) terlebih dahulu," katanya.

Akan tetapi, karena adanya keterlibatan oknum orang dalam itu mereka akhirnya bisa melakukan transaksi tanpa melalui mekanisme pendistribusian BBM.

"Dari hasil penyelidikan sementara aksi itu sudah dua kali mereka lakukan," ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda itu.

Keempat pelaku lanjut Arif Budiman ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KHUP) tentang pencurian.

Dari pantauan pada Rabu sore, empat mobil tangki milik PT Olah Jaya Mandiri terlihat masih dipasangi garis polisi.

Namun, tidak satu pun pejabat Depo Pertamina Samarinda yang bersedia memberikan keterangan saat akan dikonfirmasi terkait dengan kasus pencurian BBM yang diduga melibatkan oknum pegawai Pertamina tersebut.

Pihak Depo Pertamina juga hanya mengizinkan wartawan mengambil gambar dari luar pagar, tempat keempat mobil tersebut diamankan.

"Hanya dua unit mobil, yakni yang berkapasitas 5.000 liter yang terisi, sementara dua unit mobil berkapasitas 10.000 liter itu kosong," kata seorang satpam Depo Pertamina Samarinda yang tidak mau menyebutkan ingin disebutkan namanya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: