Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Pertarungan Maut demi Gadis Desa

Selasa, 21 September 2010 | 08:05 WIB

KOMPAS.com - Amat (20) tewas mengenaskan di tangan tiga pemuda pengangguran. Pemicunya sepele, satu dari tiga penganggur itu, Andrianto (30), tersulut api cemburu.     Sebelum duel maut terjadi, Amat tengah mendekati perempuan muda yang tinggal di Desa Manusup. Rupanya, Andrianto juga mengincar perawan desa tersebut.     Andrianto tidak senang orang yang dicintainya juga dicintai Amat. Puncak ketidaksenangan Andrianto, Sabtu (18/9/2010). Andrianto mengajak Amat berkelahi satu lawan satu.     Duel Andrianto dan Amat terjadi tak jauh dari tempat berlangsungnya acara karaoke, yang digelar di depan rumah warga yang tengah mengadakan pesta perkawinan sekitar pukul 22.00 WIB di Desa Manusup, Kecamatan Mantangai.     Perkelahian itu diketahui Dani (19), warga Desa Lamunti RT 4, Kecamatan Mantangai. Teman Andrianto tersebut langsung menuju ke lokasi perkelahian.     Sayang, Dani bukannya melerai, tapi malah ikut berkelahi.    Dani, yang membawa senjata tajam, berhasil menyudutkan Amat, warga Pelaihari, Tanahlaut, Kalsel. Tidak hanya itu, dia juga berhasil menancapkan senjata tajam yang dibawa ke bagian dada Amat.     Merasa jiwa terancam, Amat melarikan diri. Meski dalam keadaan terluka, dia berhasil sampai di tempat acara karaoke berlangsung. Harapannya, di tempat tersebut akan mendapat pertolongan.     Ternyata tidak. Amat malah tambah tak berkutik lagi. Pasalnya, Andrianto bertemu temannya, Deseh, yang kebetulan ada di tempat hiburan karaoke tersebut.     Deseh (23), warga RT IV Desa Manusup, ini pun ikut bergabung bersama Andrianto dan Dani. Mereka langsung mencari Amat. Saat mencari Amat, Dehes membawa sebilah mandau. Bersamaan dengan itu, kemeriahan acara karaoke berubah jadi geger.     Andrianto cs berhasil mengepung Amat. Dalam kondisi terkepung itu, tak seorang warga yang berani menghentikan perkelahian. Akibatnya, Andrianto berhasil memukul Amat dengan balok.     Dehes juga tidak mau tinggal diam. Dia ikut mengayunkan mandaunya. Tak pelak lagi, mata mandau mendarat di leher dan pinggang Amat.     Amat bersimbah darah. Belum sempat diberikan pertolongan, Amat mengembuskan napas terakhir di tempat hiburan karaoke. Acara hiburan karaoke langsung dihentikan.                             Beberapa jam setelah kejadian, Andrianto cs diamankan anggota Polres Kapuas. Hingga saat ini, ketiganya masih diperiksa penyidik untuk mengetahui motif pembunuhan tersebut.     Kasat Reskrim Polres Kapuas Ajun Komisaris Ganda M Saragih mengatakan, pemicu pembunuhan itu sepele. Andrianto cemburu karena gadis desa yang diincarnya juga didekati Amat, pendatang yang bekerja sebagai buruh lapangan di perkebunan kelapa sawit.     "Korban tewas setelah dua kali mendapat tebasan mandau dan satu tusukan pisau dari para pelaku," ujar Saragih, Senin.     Saragih mengakui, pihaknya tidak berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau dan mandau, yang diduga digunakan tersangka saat melukai korban.     "Dani mengaku pisaunya terjatuh di sungai setelah menusuk dada korban. Sedangkan Dehes mengaku, mandaunya dibuang ke sungai," ujarnya.     Menurut Saragih, Andrianto dan Dani pernah berurusan dengan hukum. "Dalam catatan kami, Andrianto dan Dani pernah dihukum karena kasus pencurian telepon seluler beberapa tahun lalu," ujar Saragih.


Editor : Ignatius Sawabi
Sumber: