Jumat, 25 April 2014

News / Regional

H-2 Pilkada Klaten, Atribut Bertebaran

Sabtu, 18 September 2010 | 07:04 WIB

Baca juga

KLATEN, KOMPAS.com - Situasi politik di Kabupaten Klaten diharapkan tidak lagi memanas mulai Sabtu (18/9/2010) ini, terkait pelaksanaan pemilu kepala daerah pada Senin (20/9/2010).

Meski sudah memasuki masa tenang selama tiga hari sejak Jumat (17/9/2010), masih bertebaran atribut alat kampanye pasangan calon bupati yang akan maju dalam pemilukada.

"Di samping itu, ketegangan akibat sisa friksi yang terjadi ketika masa kampanye masih terasa. Oleh karenanya, kami mengimbau supaya pasangan calon bupati dan tim kampanye untuk meredam pendukung masing-masing," kata Kepala Polres Klaten, Ajun Komisaris Besar pol Agus Djaka Santoso.

Friksi selama masa kampanye, antara lain, peristiwa pembacokan terhadap simpatisan pendukung calon tertentu di Desa Wiru, Kecamatan Trucuk, Klaten pada 4 September lalu. Ada tiga orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pemilukada Klaten akan diikuti tiga pasangan calon terdiri Sunarna-Sri Hartini diusung koalisi PDDI-P, Partai Demokrat dan PKS, kemudian pasangan Agus Winarno-Sri Kertati (Partai Golkar, Gerindra, PKB dan Koalisi Klaten Bergerak serta Sarjono-Agus Murtana yang dijagokan PAN dan Partai Hanura.

Untuk mendinginkan suasana, Jumat sore, ketiga pasangan calon bupati dipertemukan dengan jajaran pejabat Polda Jateng yang dipimpin Wakil Kepala Polda Jateng, Brigjen Pol Sabar Rahardjo di ruang pertemuan Polres Klaten.

Brigjen Sabar Rahardjo menyatakan, tiga pasangan calon bupati hendaknya berjiwa besar dan bersikap elegan dalam menghadapi pemilukada ini. Mereka harus legawa seandainya kalah maupun menang.

"Jadilah pemimpin yang tidak hanya saat pemilukada saja, tapi pemimpin yang dikenang dan dianut oleh warga sepanjang massa. Kalau gagal saat ini, harus tetap elegan untuk bersiap pemulikada periode berikutnya," ujar Brigjen Sabar Rahardjo.

Cabub Sunarna yang juga calon imcumbent dalam pertemuan itu mengatakan, pihaknya sangat berharap kegiatan pemilukada bisa berjalan lancar dan aman.

Banyak kalangan menilai, memanasnya persaingan politik di Kalten salah satu faktornya kekecewaan dan fanatisme warga pendukung pasangan cabub.

Pasalnya, Sunarna sebagai imcumbent, sebelumnya disokong Partai Golkar namun dalam pemilukada 2010 menyeberang ke PDI-P. Faktor ini diduga memicu kekecewaan simpatisannya terhadap politikus itu.


Editor : yuli