Kamis, 23 Maret 2017

Regional

Polri: Tiga Teknisi Keracunan Methanol

Rabu, 15 September 2010 | 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil penelitian Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri terhadap organ tubuh tiga teknisi asal Rusia yang bertugas merakit tiga pesawat Sukhoi di Makasar, Sulawesi Selatan, menyimpulkan bahwa ketiganya tewas akibat keracunan methanol. Kesimpulan itu didapat setelah pihak Labfor Polri meneliti organ otak, hati, paru kiri dan kanan, serta cairan lambung tiga teknisi.

"Dari hasil pemeriksaan texiologi ditemukan methanol di seluruh organ tubuh ketiga jenazah. Kami dapat menyimpulkan bahwa penyebab kematian karena keracunan methanol, " kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen (Pol) Musadek di Mabes Polri, Rabu (15/9/2010).

Musadek menjelaskan, methanol sangat berbahaya untuk tubuh karena menekan susunan syaraf pusat. Tanda-tanda keracunan methanol diawali mual, lalu muntah-muntah, lemah, sesak napas, hingga menekan pernapasan, sehingga terjadi gagal pernapasan. "Jadi, penyebab kematiannya gagal napas," jelas dia.

Dikatakan Musadek, pihaknya masih menyelidiki dari mana asal cairan methanol itu. Namun, kata dia, di lokasi memang ditemukan cairan pembersih kaca yang mengandung methanol. Menurutnya, terkadang orang-orang yang sudah kecanduan minuman keras akan mencampur alkohol dengan cairan-cairan lain.

"Kurang nendang sehingga mereka menambah dengan mencampur sendiri. Padahal, methanol itu sangat toksik karena begitu kita minum, sangat sulit dikeluarkan melalui keringat dan kencing. Diminum antara 15 sampai 30 mililiter menyebabkan kebutaan. Kalau sudah 30 mililiter lebih akan menyebabkan kematian," jelas Musadek.

Seperti diberitakan, tiga warga Rusia itu adalah Alexander Poltorak, yang meninggal di Rumah Sakit Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, serta Segei Voronin dan Victor Safonov, yang meninggal di Rumah Sakit Stella Maris.

Tim dari Rusia yang datang terdiri dari tiga pilot, 11 orang tim garansi, 12 orang tim perakit, satu orang spesialis pesawat, satu spesialis Sukhoi, dan tiga perwakilan perusahaan negara Rostenchnology.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Marcus Suprihadi