BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengadakan open house atau menerima tamu di rumah dinasnya lebih lama daripada tahun lalu. Rumah dinas tersebut yakni Gedung Pakuan di Bandung, Jumat (10/9/2010), mulai ramai sejak pukul 08.00 dan buka hingga pukul 22.00.
Heryawan menjelaskan, pada Idul Fitri tahun 2009, Gedung Pakuan hanya buka hingga pukul 14.00. Rumah dinas dibuka lebih lama agar semakin banyak masyarakat yang hadir. Berbagai makan an seperti mi kocok, siomay, dan bakso disuguhkan di sana.
"Banyak pilihan. Makanan lain yakni kacang rebus dan ubi. Bagus untuk kesehatan daripada goreng-gorengan," seloroh Heryawan.
Kepala Rumah Tangga Pimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Yeni Prikasih menuturkan, jumlah pengunjung Gedung Pakuan yang ingin bersilaturahim dengan gubernur pada Lebaran kali ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Sejak pagi hingga sebelum shalat Jumat tadi, jumlah pengunjung sekitar 700 orang. Dalam rentang waktu yang sama pada tahun lalu, jumlah itu hanya sekitar 200 orang.
"Semakin ramai karena kian banyak masyarakat yang mengenal gubernur. Benar-benar open house, gubernur pun tidak bersikap sebagai pejabat," kata Yeni.
Jenis makan an juga lebih banyak. Jika tahun lalu tersedia enam jenis, hidangan di Gedung Pakuan pada Lebaran kali ini terdiri dari sembilan jenis. Meja yang diatur memanjang pada Idul Fitri tahun 2009, kini terlihat ditata menjadi 24 round table.
"Kalau mejanya memanjang, ada jarak antara gubernur dengan tamu di ujung. Sekarang disusun menjadi round table, jadi gubernur gampang berkeliling ke meja-meja," paparnya.
Suasana di Gedung Pakuan sudah tampak seperti tempat wisata. "Banyak pengunjung yang berfoto-foto di Gedung Pakuan sambil menyantap makan an. Ada empek-empek, es buah, koktail, puding, rujak, lontong, o por ayam kampung, kari, dan gulai," tambah Yeni.

