Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:09 WIB
Sibanung Meletus
Belajar dari Sinabung, Waspadalah...
| I Made Asdhiana | Rabu, 8 September 2010 | 22:38 WIB
|
Share:
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI Gunung Sinabung masih mengeluarkan debu vulkanik yang terlihat dari Desa Perteguhan, Tanah Karo, Sumatera Utara, Rabu (8/9/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, direspons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya bencana meletusnya gunung tersebut merupakan sebuah peringatan kepada kita untuk selalu waspada.

Kita tidak punya catatan perilaku Gunung Sinabung. Beda dengan Gunung Salak.
-- Presiden SBY

Presiden menceritakan saat kunjungan langsung memantau lokasi bencana, ia memastikan Pemda sudah bekerja cukup baik, serta melihat perilaku dan aktifitas Gunung Sinanbung. “Pengungsi saya lihat langsung. Saya ketemu langsung elemen Satgas. Begitu ada konsentrasi massa di penampungan, sistem sanitasi, makanannya, maka peralatan kesehatan juga berjalan dan sudah dilakukan pengecekaan serta pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyakit mewabah," ujar Presiden dalam pidato buka puasa bersama pimpinan media massa di Istana Negara, Rabu (8/9/2010) malam.

Presiden menyadari bahwa kondisi geografis Indonesia semuanya rawan bencana, meskipun tanah negara Indonesia subur. Menurut Presiden, Gunung Sinabung tidak aktif sejak 400 tahun. “Kita tidak punya catatan perilaku Gunung Sinabung. Beda dengan Gunung Salak. Saya sudah kosultasi dengan para ahli dan mereka pun belum bisa memastikan,” katanya.

Untuk mengantisipasi bencana serupa, Presiden memerintahkan kepada gubernur dan bupati untuk melakukan peragaan bencana. “Saya juga meminta kepada BNPB untuk terus aktif, lalu untuk BMKG juga harus segera respons. Pendek kata dengan aktivitas Sinabung kita harus waspada," kata Presiden. (Tribunnews/Adi Suhendi)

Sumber :