UNGARAN, KOMPAS.com - Bus penumpang dengan nomor polisi AB 2994 BA yang akan melaju ke arah Jakarta mengambil pemudik Lebaran terperosok masuk sungai saat melintas di pertigaan Jl. Lemah Abang- Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa tengah pukul 05.00 WIB. "Bus yang saya kemudikan dalam keadaan kosong, hanya saya dan satu kernet, rencananya mau ke Jakarta mengambil pemudik lebaran," kata sopir bus asal Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Sugeng (35) di Ungaran, Rabu (8/9/2010). Menurut dia, bus yang melaju dari arah Surakarta menuju Jakarta tersebut melaju dengan kecepatan sedang saat melintas di turunan pertigaan jalan menuju Bandungan, di depan pertigaan ada angkutan desa dari arah berlawanan berhenti karena ingin belok ke arah Bandungan. "Tiba-tiba ada sepeda motor di belakang angkutan yang berbelok begitu saja menuju Bandungan tanpa mengikuti angkutan yang ada di depannya," katanya, Melihat sepeda motor yang mendadak berbelok itu, dia kaget dan membanting setir ke kiri. Karena bus tidak bisa terkontrol, akhirnya masuk sungai dengan kedalaman tiga meter dari badan jalan. Satu sopir, satu kernet bernama Iwan (30) warga Gemolong, Kabupaten Sragen, dan awak bus selamat, meski korban mengalami luka-luka ringan. Pihak kepolisian sudah melakukan evakuasi terhadap bus penumpang yang masuk sungai di daerah pertigaan Lamah Abang, Bandungan, Kabupaten Semarang itu dengan menggunakan alat berat. Pada saat evakuasi, ruas jalan yang menghubungkan Surakarta dan Yogyakarta menuju Semarang itu sempat terjadi sedikit kemacetan, karena warga sekitar dan pengendara sepeda motor yang melintas berhenti di lokasi kejadian melihat evakuasi awak bus tersebut. Sopir bus, Sugeng mengaku trauma dengan kejadian yang dialami, kendati tidak mengalami luka berarti. Dia masih kaget ada motor yang dari arah Kota Semarang itu tiba-tiba berbelok begitu saja tanpa melihat arus kendaraan dari arah berlawan. Pengendara sepeda yang berbelok mendadak itu kabur menuju Kecamatan Bandungan. Sementara bus yang tercebur sungai itu, menjadi tontonan warga setempat.


