Kabanjahe, Kompas -
Letusan diikuti pula suara gemuruh, getaran, dan hujan abu lebat, terutama di daerah beradius 6 kilometer dari Gunung Sinabung. Abu letusan menyebar hingga Kabanjahe dan Berastagi, sekitar 23 kilometer dari gunung itu. Begitu pula dengan suara gemuruh. Debu kali ini tergolong tebal. Di Berastagi, misalnya, jalanan dan tanaman berwarna abu-abu karena debu.
”Status Sinabung masih awas,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono.
Sebelumnya terjadi empat kali letusan besar di Sinabung. Pertama pada Minggu (29/8) pagi yang membuat panik ribuan warga. Senin dini hari kembali terjadi letusan, disusul embusan asap hitam tebal setinggi 2.000 meter dari puncak gunung. Pada Jumat (3/9), Sinabung kembali meletus, dengan asap hitam tebal sampai ketinggian sekitar 3.000 meter dari bibir kawah. Pada Jumat sore pukul 17.59, Sinabung meletus lagi dengan menyemburkan debu setinggi 1.000 meter.
Ketika letusan pada Selasa dini hari terjadi, sebagian pengungsi di sejumlah jambur terbangun. Mereka kembali tidur setelah mendapat penjelasan dari koordinator pengungsian bahwa letusan tidak akan membahayakan mereka.
Saat itu hujan turun dan Kabupaten Karo dipayungi mendung tebal sehingga letusan gunung tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Selang 10 menit setelah letusan, listrik padam karena terjadi hubungan arus pendek. ”Mungkin ada
Kondisi jalan dan perkebunan di sekitar Gunung Sinabung juga dipenuhi debu vulkanik. Di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, sebagian besar warga menggunakan masker agar terlindung dari debu.
Bupati Karo Daulat Daniel Sinulingga menggelar rapat untuk merespons letusan gunung setinggi 2.451 di atas permukaan laut itu. Dia menginstruksikan agar para pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten tidak ikut libur bersama pada Idul Fitri. ”Badan Penanggulangan Bencana tetap bekerja. Tidak ada libur untuk melayani dan memerhatikan kebutuhan pengungsi,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo mencatat, pengungsi hingga Selasa pukul 16.00 mencapai 24.321 jiwa. Sehari sebelumnya sebanyak 23.574 jiwa.
Sehubungan dengan Sinabung meletus lagi kelima kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak terkejut. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Medan, Presiden saat mendengarkan paparan dari Kepala PVMBG Surono, Senin, sudah mendapat laporan kondisi Sinabung yang statusnya tetap siaga. Dengan demikian, tanggap darurat bagi pengungsi korban letusan Gunung Sinabung kemungkinan besar akan diperpanjang lagi sekitar dua mingguan.
Julian menambahkan, ”Presiden Yudhoyono sepenuhnya memercayakan kepada Surono untuk mengambil keputusan terkait kondisi terakhir Gunung Sinabung yang aman.”
Presiden sehari sebelumnya mengunjungi pengungsi. Presiden saat itu meminta pengungsi bersabar sampai kondisi benar- benar aman. Kondisi Sinabung tak dapat diprediksi meski menggunakan peralatan canggih. (MHF/MAR/HAR)

