Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 03:22 WIB
Pemudik dengan KA Padati Stasiun Wates
| Benny N Joewono | Selasa, 7 September 2010 | 20:38 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/yuli Ilustrasi

KULON PROGO, KOMPAS.com — Pemudik dari berbagai daerah yang menumpang KA terus berdatangan dan memadati Stasiun Wates, DIY, Selasa (7/9/2010).

"Jumlah pemudik yang tiba di Stasiun Wates pada H-3 Lebaran itu meningkat 30 persen dari hari sebelumnya," kata Kepala Stasiun Wates PT KAI Daop VI Yogyakarta Parjiyanto.

Ia memperkirakan, hingga H-1 Lebaran jumlah pemudik penumpang KA yang turun di Stasiun Wates semakin banyak, terutama mereka yang datang dari Jakarta dan Bandung.

"Peningkatan jumlah penumpang kereta api yang turun di stasiun ini mulai tampak sejak empat hari lalu. Jumlahnya antara 350 dan 400 orang setiap hari. Pada hari-hari biasa hanya sekitar 250 orang per hari," katanya.

Puncak arus mudik di Stasiun Wates diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran. "Sampai 7 September 2010, karyawan atau pegawai di Jakarta dan Bandung belum libur sehingga perantau asal Kulon Progo masih harus bekerja pada hari itu," katanya.

"Berdasarkan data pada Lebaran 2009, pada H-3, jumlah pemudik penumpang kereta api yang turun di Stasiun Wates jumlahnya 1.121 orang dan puncaknya pada H-2 mencapai 1.393 orang," katanya.

Parjiyanto memperkirakan puncak mudik Lebaran 2010 terjadi pada H-2 dengan jumlah penumpang yang turun di Stasiun Wates sebanyak 2.500 orang.

Merujuk pada pengalaman selama ini, mereka datang secara bergelombang dan sebagian besar menumpang kereta api kelas ekonomi.

"Selain dari Jakarta dan Bandung, sebagian dari mereka selama ini merantau di Surabaya, Jember, dan Kediri," katanya.

Di Stasiun Wates terdapat pos pengamanan yang personelnya terdiri dari anggota Polri dan TNI, petugas kesehatan, serta petugas pengawas jalur rel KA. Mereka berjaga selama 24 jam nonstop setiap hari.

"Petugas siap menjaga keamanan selama masa mudik dan masa arus balik di Stasiun Wates. Kami jamin tidak akan ada kejadian yang merugikan pemudik karena petugas siaga selama 24 jam nonstop," katanya.

Sumber :
ANT