BARABAI, KOMPAS.com — Upaya pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI Kantor Cabang Pembantu Unit Barabai Kota, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Sabtu (4/9/2010) lalu, diduga melibatkan "orang dalam".
Kasat Reskrim Polres HST AKP Syaiful Bahri mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi termasuk satpam dan karyawan Bank BRI.
"Ada indikasi kasus percobaan ini melibatkan orang dalam makanya kita memanggil orang-orang yang kita anggap bertanggung jawab," kata Syaiful Bahri, Senin (6/9/2010).
Mesin ATM BRI Kantor Cabang Pembantu Unit Barabai di Jalan Brigjen Hasan Basri itu nyaris dibobol maling yang memanfaatkan sepinya suasana di lokasi kejadian.
Meski tidak berhasil membawa kabur uang dari mesin ATM yang diperkirakan jumlahnya sekitar Rp 195 juta, tetapi perbuatan pelaku mengakibatkan pintu mesin ATM rusak.
Kini, untuk lebih memfokuskan penyelidikan, polisi memeriksa dua satpam yang meninggalkan mesin ATM saat kejadian berlangsung sehingga pelaku dengan mudah melakukan aksinya.
"Selain satpam, kami juga memeriksa rekannya berinisial W. Karena sebelum kejadian, salah satu satpam bertemu dengan W di teras kantor BRI, kemudian terjadilah aksi itu," katanya.
Kecurigaan bertambah setelah salah satu satpam yang diperiksa berbelit-belit memberikan keterangan. "Kata satpam, terakhir orang masuk ke ATM sekitar pukul 17.05 Wita. Kenyataannya setelah kami cek, terakhir kali mesin ATM digunakan sekitar 18.00 Wita," ujarnya.
Meski demikian, Syaiful belum berani menetapkan calon tersangka karena semuanya masih dalam tahap penyelidikan.
Percobaan pembobolan itu terungkap setelah satpam yang menggantikan tugas temannya (pergantian shift) menemukan ada tulisan mesin ATM rusak. Anehnya, tulisan itu berbeda dengan yang biasa dikeluarkan Bank BRI. (arl)


