Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:29 WIB
Angkutan Lebaran
Polsek KKP Sekupang Amankan Tujuh Calo
| I Made Asdhiana | Senin, 6 September 2010 | 22:29 WIB
|
Share:

TRIBUN BATAM/ZABUR
Kapolsek KPP Sekupang mengamankan tujuh pria yang diduga calo tiket yang beraksi di Pelabuhan Sekupang, Senin (6/9/2010).

BATAM, KOMPAS.com - Sedikitnya tujuh orang calo porter dan tiket yang selalu beraksi di pelabuhan domestik Sekupang (PDS) diamankan jajaran Polsekta Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam, Senin (6/9/2010). Ketujuh calo itu langsung dibawa ke Mapolsek KKP Batam di Pelabuhan Internasional Sekupang untuk didata.

Kapolsekta KKP AKP Dasrul Savit melalu Kanit Reskrim, Iptu Feri Kuswanto mengatakan jika calo porter dan tiket itu merupakan pemain lama yang pernah diamankan beberapa waktu lalu. Namun kali ini calo tersebut mengulangi lagi perbuatannya.

Tujuh calo tersebut ditangkap guna memberikan kenyamanan bagi warga yang sedang melakukan perjalanan mudik untuk berlebaran di kampung halamannya.

"Kita amankan untuk memberikan rasa aman bagi setiap warga Batam yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Diamankan tujuh calo tersebut atas laporan warga yang mengeluhkan aksi calo yang memaksa untuk menggunakan jasanya," ujar Feri.

Feri menyebutkan modus para calo ini selalu menawarkan jasa kepada warga yang barus saja turun dari kendaraan. Para calo menunggu dekat pintu masuk itu langsung mendelati mobil atau taksi yang baru saja sampai.

Kemudian saat warga yang ingin mengambil barang bawaannya itu langsung didekati calo dan menawarkan jasanya. Atas perbuatannya ini banyak keluhan yang disampaikan warga kepada polisi.

Karena tidak memiliki baju seragam dan bukan sebagai porter resmi, calo itu pun langsung diamankan. Sedangkan untuk calo tiket, para pelakunya selalu mendekati warga yang sedang mencari konter tiket. Dia menemani warga yang mencari tiket. Kemudian setelah mendapatkan tiket, calo ini langsung meminta upah kepada warga tersebut. (Tribun Batam/Zabur)

Sumber :
Tribun Batam