SUMEDANG, KOMPAS.com - Kondisi terakhir Jalur Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, aman untuk dilalui kendaraan-kendaraan kecil. Hal itu dikemukakan Wagub Jabar Dede Yusuf saat menghadiri Kampung Ramadhan di pelataran Masjid Agung Sumedang, Senin (6/9/2010).
Wagub mengatakan, dari hasil pemantauan yang telah dilakukannya dalam rangka persiapan arus mudik lebaran, untuk kendaraan bertonase berat harus waspada jika akan melewati jalur Lingkar Nagreg.
"Untuk itu kendaraan-kendaraan berat tersebut nantinya akan dialihkan ke jalur Nagreg lama. Namun kondisi arus lalu lintas secara umum di wilayah Jawa Barat, pada H-4 di jalur lalu lintas kabupaten seperti Sumedang dan beberapa daerah lainnya belum terjadi lonjakan berarti, kecuali di Pantura sudah terjadi titik kemacetan," katanya.
Wagub memprediksi dua hari ke depan jalur-jalur bagian dalam akan padat, untuk itu kepada aparat diharapkan mampu mengurai titik-titik macet di jalur dalam. "Seperti pasar tumpah di tepi jalan. Kalau di Sumedang, ada Pasar Tanjungsari dan Pasar Cimalaka," katanya.
Kepada para pelaku ekonomi di pasar-pasar tumpah wagub mengimbau untuk sementara waktu menghentikan aktivitasnya. "Untuk pedagang di pasar tumpah, sampai hari Lebaran tiba tolong untuk menghentikan aktivitas. Bukan kita melarang mencari rezeki, tapi marilah kita berbagi rasa," katanya.
Menurut Dede Yusuf, kedatangannya ke Sumedang dengan mengenakan pakaian seragam pramuka karena sebagai Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, dia telah menempatkan beberapa pramuka di beberapa titik jalur mudik lebaran.

