Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 21:17 WIB
Mudik
Tenaga Medis Siaga 24 Jam
Winarto Herusansono | I Made Asdhiana | Senin, 6 September 2010 | 19:14 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWAN Menunggu Mudik Bareng Para pemudik menunggu keberangkatan bus mereka saat mengikuti Mudik Bareng Indomaret di halaman Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (4/9/2010).Tren mudik bareng semakin meningkat seiring peringatan pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor roda dua.

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebagai daerah lintasan arus pemudik, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan seluruh jajaran tenaga medis di jalur-jalur vital untuk pemudik siaga 24 jam. Hal itu dilakukan menyusul terjadinya kecelakaan di Rembang dan Brebes yang memakan korban jiwa.

"Kami juga sudah minta 54 rumah sakit milik pemerintah utama di jalur pantura dan rumah sakit di kota-kota yang menjadi tujuan pemudik Lebaran juga bersiaga. Kita harus memberikan layanan kesehatan meski pemudik hanya berobat jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Mardiatmo, Senin (6/9/2010) di Semarang.

Sebanyak 54 rumah sakit yang siaga tersebut, juga didukung layanan 254 unit pusat kesehatan masyarakat untuk keperluan rawat inap sementara. Dari jumlah, sekitar 164 unit pueskesmas sudah tersedia layanan persalinan sebagai penanganan darurat awal, sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

Selama arus mudik dan arus balik berlangsung, prioritas puskesmas di jalur pantura mulai dari Losari (Brebes ) sampai Sarang, Kabupaten Rembang harus buka 24 jam. Puskesmas di jalur pantura memegang kendali layanan utama bagi pemudik.

Menurut Madiatmo, layanan kesehatan bagi pemudik sebenarnya tidak hanya di instalasi kesehatan resmi. Namun, sejak arus mudik berlangsung pusat-pusat fasilitas umum seperti bandar udara, stasiun kereta api, pelabuhan penumpang kapal laut serta terminal bus penumpang tingkat provinsi, kabupaten dan kota juga tersedia pos kesehatan. Begitu halnya dengan pusat layanan istirahat (rest area), yang tersedia di sepanjang jalur mudik juga terdapat poliklinik.

Secara umum jalur mudik di Jateng, terutama jalur pantura sangat memadai guna layanan kesehatan bagi pemudik. Hanya saja, khusus untuk jalur mudik di jalan lintas selatan-selatan mulai Cilacap Kebumen Purworejo masih minim posko kesehatan mengingat jarak antar kecamatan agak jauh karena di jalur tepian pantai.

Posko layanan kesehatan yang berpusat di Kantor Dinkes Jateng aktif beroperasi mulai 3 September hingga 18 September mendatang. Posko itu juga disiapkan mobil-mobil klinik yang siap turun ke lokasi, mobil ambulan serta sarana telekomunikasi 24 jam. Untuk membantu layanan kesehatan yang sudah ada, sekitar 74 rumah sakit swasta juga berpartisipasi menangani para pemudik pula.

Petugas kesehatan di pos Terminal Bus Mangkang, Iriyanto menjelaskan, bagi pemudik yang memerlukan layanan kesehatan dapat memeriksakan diri ke posko kesehatan. Adapun keluhan yang dialami pemudik yang pulang menggunakan bus angkutan, terutama keluhan soal pusing kepala, sakit perut sama penyakit masuk angin serta kelelahan.