Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:29 WIB
Pemudik Serbu Toko Oleh-oleh Salatiga
| Benny N Joewono | Senin, 6 September 2010 | 17:45 WIB
|
Share:

SALATIGA, KOMPAS.com — Oleh-oleh berupa makanan khas Kota Salatiga, Jawa Tengah, seperti Getuk Kethek, Enting-enting Gepuk, dan Gula Kacang, mulai diserbu pemudik Lebaran Idul Fitri 1431 H yang melintas di daerah setempat.

Berdasarkan pantauan di toko oleh-oleh Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, Senin (6/9/2010), tampak sejumlah pemudik menggunakan sepeda motor ataupun mobil bernomor Jakarta memenuhi area parkir di depan toko oleh-oleh tersebut.

Pemudik membeli oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halaman.

Selain di Jalan Jenderal Sudirman, pusat oleh-oleh Salatiga yang juga ramai dikunjungi pemudik adalah di Blotongan, Fatmawati, dan Pertokoan Makutarama Salatiga.

Salah seorang pemudik asal Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Nuryadi (36) mengatakan, ia lebih memilih membeli oleh-oleh asli Salatiga karena lebih asli dibandingkan buatan daerah lain.

Menurut dia, selain rasanya lebih gurih, harganya juga murah. "Saya sudah langganan membeli oleh-oleh khas Salatiga, setiap mudik Lebaran, saya pasti membeli oleh-oleh di sini," katanya.

Pemudik lain asal Boyolali, Ahmad Suyudi (32), mengatakan, ia memilih membeli oleh-oleh khas Salatiga karena jika membeli di Jakarta akan kerepotan membawanya. Keaslian produk ini juga menjadi alasan dirinya memilih membeli di tempat asalnya.

"Saya mudik dari Jakarta mengendarai sepeda motor dengan istri saya sehingga kalau membawa barang banyak bisa menimbulkan kerepotan," katanya.

Penjual Getuk Kethek di Salatiga, Abdul Rohim (45), mengatakan, nama Getuk Kethek awalnya adalah nama untuk memberi tanda supaya orang mudah mencari lokasi, yaitu yang depan rumahnya ada kethek yang telah dipiara.

"Pada awalnya lokasi berjualan Getuk Kethek terletak di Jalan Argo Tunggal, atau berdekatan dengan pertigaan ABC, seiring berkembangnya zaman, penjualannya dipusatkan di tengah Kota Salatiga," katanya.

Menurut dia, Getuk Kethek atau yang juga disebut Getuk Tiga Rasa sama seperti getuk lainnya, yang bahan utamanya terbuat dari singkong.

Namun, dengan pengolahan yang alami dan dengan resep yang telah diturunkan dari generasi ke generasi sehingga menjadi makanan khas.

"Kenikmatan Getuk Kethek memang sangat terasa di lidah, mungkin karena kami tidak memakai pengawet buatan, jadi banyak orang yang menyukai getuk buatan kami," katanya.

Sumber :
ANT