SRAGEN, KOMPAS.com - Polres Sragen, Jawa Tengah, memasang bendera merah di daerah-daerah rawan kecelakaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas selama musim arus mudik dan arus balik Lebaran 2010.
"Ada tiga target pemasangan bendera merah tersebut, antara lain di Ngijo Kecamatan Masaran atau sepanjang Jalan Solo-Sragen KM 14-15, Jalan Sragen-Ngawi KM 9-10 Bumiaji, Kecamatan Gondang, serta Jalan Sragen-Purwodadi KM 26-27, Gemolong," kata Kasatlantas Polres Sragen, AKP Wajiman, di Sragen, Minggu (5/9/2010).
Pemasangan bendera merah tersebut, dilakukan sebagai bentuk peringatan kepada para pengguna jalan, terutama kalangan pemudik, mengenai kondisi jalan di tiga kawasan tersebut yang rawan kecelakaan.
Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan titik-titik rawan kecelakaan di tiga kawasan tersebut.
"Untuk di kawasan Masaran dan Gondang, rawannya kecelakaan di kawasan tersebut disebabkan banyaknya kondisi jalan yang menyempit," kata dia.
Selain itu, di sejumlah titik juga ada tikungan tajam yang berpotensi rawan kecelakaan.
"Untuk kawasan Gemolong, rawannya kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh banyaknya perempatan jalan yang padat kendaraan dan orang. Selain itu, di kawasan tersebut juga jalurnya sempit," kata Wajiman.
Selain itu, di kawasan terakhir juga terdapat pasar tumpah pada sejumlah titik.
Dengan adanya bendera-bendera tersebut, langkah antisipasi potensi kecelakaan tidak hanya dengan rambu-rambu peringatan.
"Kami menghimbau pengguna jalan juga lebih mewaspadai jalur tersebut pada malam hari karena di beberapa titik tidak terdapat lampu penerang jalan," kata dia.
Untuk memberikan pelayanan lebih kepada para pemudik, khususnya yang melintasi jalur rawan kecelakaan tersebut, Polres Sragen mendirikan posko simpatik.


