Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 00:56 WIB
Arus Cikampek-Pamanukan Masih Lengang
| Benny N Joewono | Minggu, 5 September 2010 | 20:43 WIB
|
Share:

AUTOBILD/INDRA
Ilustrasi

KARAWANG, KOMPAS.com - Arus lalu lintas di jalur mudik Pantura Cikampek-Pamanukan lima hari menjelang Lebaran 2010 (H-5) pada Minggu petang masih relatif lengang.

Menurut pantauan Minggu (5/9/2010) kendaraan pemudik mengalir dari gerbang tol Cikopo dan tol Dawuan lewat Kota Cikampek, meski volume kendaraan tidak sepadat sehari sebelumnya.

Peningkatan arus lalu lintas di jalur Pantura mulai dari Cikampek hingga Pamanukan, terjadi sejak pukul 16.00 WIB, namun situasi lalu lintas di jalur utama perlintasan antar provinsi itu berjalan normal.

Berbeda dengan situasi pada siang hari, jalur Pantura dari arah Barat ke timur itu terkesan lengang, dan kecepatan kendaraan rata-rata 80 kilometer per jam.

Pihak kepolisian tetap siaga dan mengantisipasi lonjakan arus mudik di jalur Pantura, yang diperkirakan terjadi pada H-3.

"Kami terus berkoordinasi dengan petugas di Indramayu, untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik," ujar Kasat lantas Polres Subang, AKP Agun Guntara, saat ditemui di Pamanukan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polres Subang telah menyiapkan tiga poros jalur alternatif, yakni jalur Cipeundeuy-Subang, Ciasem-Kalijati dan Pamanukan-Subang, seterusnya ke Cikamurang.

Di gerbang tol Cikopo, juga tidak ada lonjakan kendaraan yang berarti sepanjang Mingug petang, namun sistem buka-tutup tetap diberlakukan di persimpangan Mutiara, Cikampek.

Sebaliknya, dari arah timur menuju tol Cikampek lewat kawasan industri Kota Bukit Indah, kendaraan terutama bus terus mengalir, dan bahkan sempat tersendat di jalur antara Jomin-gerbang tol Cikopo.

Di gerbang tol Sadang, Purwakarta, untuk tujuan Jateng lewat jalur tengah, Sadang-Kalijati-Subang-Cikamurang, juga terlihat sepi.

Namun kemacetan terjadi dengan waktu cukup lama di jalur Sadang-Purwakarta, gara-gara truk kontiner mogok di sekitar jembatan layang Sadang.

Sumber :
ANT