wikimapia
Ibukota Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo di ujung utara Pulau Sulawesi.
PALU, KOMPAS.com - Enam oknum anggota Polres Buol, Sulawesi Tengah menjalani pemeriksaan psikologi di Mapolda setempat terkait insiden yang menewaskan delapan warga di wilayah itu.
"Pemeriksaan itu terkait kasus kerusuhan antara anggota kami dan warga sipil di Buol," kata Kasubbid Provost Polda Sulteng Kompol Bambang S, di lokasi pemeriksaan, Minggu (5/9/2010).
Di lokasi pemeriksaan, enam anggota polri diperiksa secara tertutup dan tidak diperkenankan mengambil gambar di ruang pemeriksaan psikologi Polda Sulteng mulai Jumat hingga Sabtu malam.
Namun dari balik kaca ruang pemeriksaan itu, tampak para terperiksa secara serius mengisi beberapa lembar kertas pemeriksaan dengan mendapat pengawalan ketat beberapa anggota Provost Polda Sulteng.
Sebenarnya, pihak Direktorat Profesi dan Pengamanan Polda`Sulteng itu memeriksa 11 anggota dari Polres Buol dan Polsek Biau terkait kasus tersebut.
Namun karena satu anggota dikabarkan sakit, sehingga belum sempat diberangkatkan dari Buol ke Palu untuk diperiksa.
Sementara empat anggota lainnya yang juga diberangkatkan ke Polda Sulteng telah diperiksa pihak Propam.
Sebelas anggota Polres Buol itu menjalani pemeriksaan tanpa mengenakan pakaian dan atribut Polri.
Pemeriksaan internal terhadap 11 polisi itu juga melibatkan anggota tim investigasi Mabes Polri yang tiba bersamaan dengan kedatangan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani.
Tim investigasi Mabes Polri itu tampak lalu lalang di sekitar ruangan tempat pemeriksaan juga tanpa menggenakan pakaian dinas polri.
Saat ditemui wartawan, tak seorangpun dari sepuluh tim investigasi Mabes Polri itu memberikan tanggapan atau komentar kepada perihal pemeriksaan tersebut.
"Kami di sini adalah utusan polri untuk melakukan investigasi. Kami tidak memiliki hak memberikan keterangan kepada wartawan," kata beberapa anggota tim yang ditemui wartawan.


