KEDIRI, KOMPAS.com -Volume arus lalu lintas pada H-5 menjelang Lebaran 2010 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 15 persen dibandingkan pada hari biasa. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-1 bersamaan dengan datangnya libur bersama.
Pantauan di perempatan Desa Mengkreng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, yang merupakan titik pertemuan dari empat kabupaten yakni Kabupaten Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang, Minggu (5/9/2010) menunjukkan arus lalu lintas terpantau padat lancar.
Arus lalu lintas paling padat terpantau dari arah Surabaya menuju Kabupaten Madiun dan Kediri. Sebaliknya, kendaraan dari arah Madiun relatif sepi, tidak sepadat dari arah Surabaya. Adapun berdasarkan jenis kendaraan yang melintas di ruas jalur tengah antarprovinsi itu didominasi oleh kendaraan roda dua.
Volume kendaraan roda dua yang melintas mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan volume kendaraan roda empat. "Peningkatan arus lalu lintas pada H-5 hari ini sudah mulai terlihat. Kenaikannya sekitar 15 persen dari hari biasa. Dari pantauan kami rata-rata volume roda dua mencapai 400 unit per jam sedangkan volume kendaraan roda empat sekitar 200 per jam," ujar Kepala Unit Patroli Lalu Lintas Kepolisian Resor Kediri Ipda Samijo.
Perempatan Mengkreng merupakan salah satu titik rawan macet yang harus diwaspadai oleh setiap pengendara roda empat maupun roda dua. Pasalnya, pertemuan empat ruas jalan tidak hanya menimbulkan kemacetan yang panjang akan tetapi juga rawan terjadi kecelakaan. Apalagi di daerah tersebut terdapat terminal bayangan dimana banyak kendaraan angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang dengan seenaknya. Tidak jarang, sopir bus dan bison memarkir kendaraannya di badan jalan seraya menunggu penumpang penuh. Ditambah lagi, jalur kereta api juga melintasi ruas jalan utama Surabaya-Madiun tersebut.
Ipda Samijo memprediksi kemacetan lalu lintas di perempatan Mengkreng akan mulai terlihat pada H-3 Lebaran, di mana volume kendaraan roda empat meningkat tajam terutama dari arah Surabaya. Peningkatan arus mudik tahun ini akan mencapai puncak pada H-1 Lebaran atau pada malam takbir. Biasanya terjadi kemacetan luar biasa pada malam hari karena kendaraan pemudik akan berbaur dengan kendaraan masyarakat yang menggelar acara Takbir keliling.
Drianto (26) salah satu pemudik dengan kendaraan roda dua mengatakan pihaknya sengaja memilih pulang lebih awal pada H-5 untuk menghindari kemacetan. "Ini tadi dari Surabaya sudah ramai rombongan sepeda motor. Kalau ditunda mudiknya besok saya khawatir jalanan tambah macet, perjalanan jadi makin lama," ujar pria yang hendak mudik ke Madiun bersama istrinya ini.


