Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:11 WIB
Korban Letusan Gunung Sinabung
60 Hektar Kebun Sukadebi Tertutup Debu
| Ignatius Sawabi | Minggu, 5 September 2010 | 09:52 WIB
|
Share:
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD YOENUS Gunung Sinabung kembali meletus, Senin (30/8/2010).

MEDAN, KOMPAS.com  - Diperkirakan sekitar 60 hektar dari 150 hektar luas lahan pertanian milik warga Desa Sukadebi, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara ditutupi debu vulkanik cukup panas yang disemburkan Gunung Sinabung.       Salah seorang warga Desa Sukadebi, Simson Sembiring (40) ketika dihubungi dari Medan, Minggu (5/9/2010) pagi, mengatakan lahan pertanian penduduk yang ditutupi debu vulkanik itu, saat ini sedang ditanami sayur-sayuran berupa tomat,cabai, jeruk, dan  kopi.       Simson Sembiring mengatakan tanaman kopi itu seluas 20 hektare, jeruk 20 hektare, tomat lima  hektar dan cabe 10 hektar.       Tanaman yang sudah lama dihinggapi debu vulkanik itu seluruhnya memutih sehingga belum bisa dilihat oleh  warga, karena mereka masih trauma dan takut untuk pulang ke rumah, sehubungan akhir-akhir ini aktivitas Gunung Sinabung yang terus meletus dan mengeluarkan asap tebal yang bercampur dengan partikel belerang.       Para petani warga Desa Sukadebi itu, saat ini masih memilih tempat yang aman dan  tinggal di lokasi penampungan yang ada di Kabanjahe. "Warga Desa Sukadebi itu juga berkeinginan untuk pulang ke rumah mereka untuk melihat tanaman yang ditutupi debu vulkanik itu, tetapi mereka masih takut dan tak berani," kata Sembiring.       Selanjutnya ia menjelaskan, belum lama ini  memang ada sebanyak 150 warga dari jumlah 300 kepala keluarga yang menghuni Desa Sukadebi itu pulang untuk membersihkan rumah mereka. Namun, katanya, warga yang pulang ke rumah itu, terpaksa balik lagi ke tempat pengungsian menyusul terjadinya letusan Gunung Sinabung Jumat (3/9/2010) sekitar pukul 04.50 WIB.      "Ratusan warga Desa Sukadebi itu dievakuasi petugas dengan menggunakan mobil milik Pemkab Tanah Karo untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini terjadi terhadap petani tersebut," kata Sembiring.

Sumber :
ANT