Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:11 WIB
12 Cewek Melaju di Mobil Terseok-seok
| Ignatius Sawabi | Minggu, 5 September 2010 | 09:33 WIB
|
Share:

tribun manado
12 ABG yang kedapatan mengendarai mobil dengan laku yang terseok-seok

MANADO, KOMPAS.com — Anggota Satuan Narkoba Polresta Manado mengamankan 12 gadis anak baru gede (ABG) di Kelurahan Paal IV, Tikala, Manado, Jumat (3/9/2010) sore.

Belasan ABG ini diamankan karena polisi curiga melihat mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi DB 4489 AH berjalan terseok-seok di ruas Jalan Paal IV. Kondisi bagian depan kiri mobil tersebut penyok. Sebelumnya, mobil yang ditumpangi ABG ini sempat bertabrakan dengan angkot di Jalan Sam Ratulangi, tepatnya di depan Coco Supermarket.

Penasaran dengan ketidakberesan tersebut, polisi memutuskan mencegat dan menggeledah. Polisi mendapati 12 gadis ABG, beberapa di antaranya asyik merokok.

Mobil yang dikemudikan Iin (15) dan semua penumpang di dalamnya diamankan di Polresta Manado. Para gadis ingusan tersebut hanya diberi pembinaan oleh petugas dan diperbolehkan pulang kemudian. Mereka dijemput orangtua masing-masing.

Hasil penelusuran Tribun Manado, mobil itu digunakan para gadis itu sejak Kamis malam. Beberapa di antara gadis tersebut tidak pulang ke rumah. Ada yang sebulan, ada yang tiga minggu.

Iin, sang ABG yang mengemudikan mobil tersebut, mengaku, mobil yang dipakainya itu adalah mobil sewaan. Kemarin, seseorang yang mengaku sebagai pemilik mobil mendatangi Polresta. "Sudah aman, nanti akan kami ganti rugi," ujar Iin enteng. Soal kejadian tabrakan di depan Coco Supermarket, Iin mengaku telah membereskan masalah. "Angkot sudah dibayar Rp 100.000 sebagai ganti rugi," kata Iin.

Kasat Narkoba Polresta Manado Komisaris Liston Bangkang, melalui Kepala Unit Bimbingan dan Penyuluhan Narkoba Polresta Manado Ipda C Thompson, membenarkan adanya pengamanan dan pembinaan tersebut. "Sudah diberi pembinaan, diperbolehkan pulang setelah dijemput orangtua. Bila kedapatan lagi, akan ditindaklanjuti," ujar Thompson.

Sumber :
Tribun Manado