KOMPAS/RENY SRI AYU
Pengendara melintas di lokasi bekas aksi pembakaran di Kelurahan Leok 1, Kecamatan Lipunoto, Buol, Sulawesi Tengah, Kamis (2/9). Bentrok warga dan polisi beberapa hari lalu menyebabkan sedikitnya tujuh warga tewas dan puluhan warga luka-luka. Selain itu, sedikitnya 7 kendaraan roda dua, 2 kendaraan roda empat, serta Markas Kepolisian Sektor Momunu dibakar.
PALU, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Muh Amin Saleh meminta maaf kepada keluarga korban atas peristiwa bentroknya warga dengan aparat polisi di Kabupaten Buol, Selasa (31/8/2010) dan Rabu (1/9/2010).
Permintaan maaf tersebut disampaikan Brigjen Pol Amin Saleh saat memberikan sambutan pada acara pemakaman korban tragedi Buol, Supriyadi, di Desa Diat Kecamatan Bukal, Sabtu (4/9/2010).
"Atas nama pribadi dan institusi Polda Sulteng serta Polres Buol menyatakan rasa menyesal dan meminta maaf atas peristiwa penanganan keamanan yang mengalami gangguan," kata Amin Saleh.
Pemakaman jenazah almarhum di Desa Diat menempuh jarak sekitar 20 kilometer arah utara ibu kota Kabupaten Buol. Akses jalan menuju jalan ini sebagian belum disentuh aspal. Iring-iringan kendaraan dinas Kapolda sempat terhambat karena melintasi genangan banjir.
Kehadiran Kapolda Sulteng dan sejumlah pejabat lainnya di Desa Biat tampak membuat suasana berubah menjadi tenang. Pandangan masyarakat tertuju pada Kapolda dan pejabat tinggi lainnya.
Suasana haru menyeruak saat Kapolda Sulteng, Pemerintah Kabupaten Buol dan pengurus koperasi unit desa, tempat Supriyadi bekerja menyerahkan santunan kepada ahli waris. Bantuan serupa juga diberikan Wagub Sulteng Achmad Yahya, beberapa saat sebelum jenazah almarhum diantar ke kubur.
Sementara itu Wagub Sulteng, Achmad Yahya meminta kepada keluarga duka dan masyarakat Buol agar mempercayakan sepenuhnya penegakan hukum kepada aparat penegak hukum.
Korban meninggal dunia akibat bentrokan warga dan polisi di Buol tercatat 30 orang, delapan diantaranya meninggal dunia, sementara delapan orang lainnya dirujuk ke Palu untuk menjalani pengobatan intensif. Para korban diangkut menggunakan pesawat Cassa 212. Ikut dalam rombongan adalah keluarga korban dan pemerintah daerah.
Korban meninggal dunia dalam bentrokan di Buol adalah Supriyadi, Saktipan Kapuung, Herman Hasan, Amran Abjalu, Rasyid S Jopori, Ridwan D Majo, Arfan Salakea, dan Muslimin Ashora.

