TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Sejumlah masyarakat Karo yang berada di sekitar kaki Gunung Sinabung melakukan ritual menolak bencana sambil memberikan sesajen dan berdoa kepada arwah leluhur, yang mereka yakini sebagai penjaga Gunung Sinabung, di Desa Sukanalu, Karo, Sumatera Utara, Kamis (2/9/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyempatkan diri mengunjungi pos pemantauan Gunung Sinabung di Kecamatan Simpang Empat. Setelah menyerahkan beberapa bantuan secara simbolis kepada para pengungsi di Jamhur di dua penampungan. "Sinabung terlihat cerah dan masih mengepulkan asap," ujar Tifatul kepada Kompas di Jakarta, Sabtu (4/9/2010).
Begitu tiba di pos pemantauan, Tifatul langsung disambut oleh dr Surono, pakar vulkanologi yang sebenarnya bermukim di Bandung. Surono telah seminggu berada di pos pemantauan ini. Pos ini berada dalam radius 7 km, beda 1 km saja dari daerah "awas waspada".
Lokasi pos sebenarnya berupa rumah penduduk, yang bagian belakang lantai atas paviliunnya digunakan sebagai pos pemantauan aktivitas Gunung Sinabung. Beberapa peralatan komputer terlihat sedang online, termasuk alat pencatat seismograf yang terus menerus menggoreskan grafik aktivitas getaran Sinabung.
Menurut Tifatul yang menirukan penjelasan Surono, perkembangan aktivitas Gunung Sinabung sejak hari pertama menunjukkan gejala-gejala akan meletus. "Puncak letusan terbesarnya pada tanggal 3 September, Jumat (3/9/2010), terutama pada pukul 04.40 dan pukul 17.50. Tapi hari ini Sinabung terlihat sangat kalem," ujar Tifatul.
Pakar vulkanologi ini juga mengingatkan, meskipun kalem, kita tidak boleh lalai. Dari pengalaman aktivitas gunung-gunung berapi lainnya, kalem itu juga berarti gunung tersebut sedang memampatkan tenaga untuk meletus kembali.
"Tapi tidak bisa diramalkan secara pasti, apa yang akan terjadi. Beberapa gunung punya karakteristik masing-masing. Kasus terakhir di Eslandia, letusan gunung berapi di bawah permukaan es, telah mengganggu jadwal penerbangan di semua bandara internasional," ujar Tifatul mengulang penjelasan Surono.
Ketika ditanya masyarakat, kapan mereka bisa kembali ke desanya, Surono hanya bilang dia harus tanya dulu sama Sinabung. Pasalnya, hal ini harus dengan pengamatan serius dalam periode waktu tertentu guna memutuskan bahwa status Sinabung aman untuk didekati.
"Saya tidak mau ambil risiko. Arahan Presiden SBY adalah zero tolerance untuk korban jiwa pada gunung meletus," ujar Surono.
Surono menambahkan bahwa karakter letusan gunung tidak ada yang linear. Biasanya random, kadang agak spesifik.

