MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapolrestabes Makassar Muhammad Nur Samsul berjanji akan menembak para perampok yang sering meresahkan masyarakat, apalagi jika perampok itu menggunakan senjata tajam maupun senjata api.
"Aksi kejahatan seperti perampokan dan pencurian memang sangat kejam dan itu tidak bisa dibiarkan merajalela karena itu polisi yang bertugas bisa menembaknya di tempat jika melakukan perlawanan," katanya di Makassar usai menerima jabatan baru sebagai Kapolrestabes Makassar, Jumat (3/9/2010).
Ia mengatakan, tugas pertamanya sebagai Kapolrestabes Makassar akan menggelar sejumlah kasus pidana yang menonjol dan meminta perkembangan hasil penyelidikan dari para anggota yang bertugas di lapangan.
Mengenai aksi kejahatan yang begitu marak di Makassar, Nur Samsul menegaskan akan meningkatkan patroli di lapangan.
"Mengenai aksi perampokan, kalau sudah kelewatan bisa saja langsung ditembak di tempat. Jadi, tindakan tegas terhadap perampok itu dilakukan kalau dalam kondisi terdesak," tegasnya.
Diungkapkannya, sebelum menjabat Kapolrestabes Makassar, Nur Samsul bertugas sebagai penyidik analis utama kejahatan antarnegara Bareskrim Mabes Polri.
Pria kelahiran Selayar 5 Oktober 1962 ini, lebih banyak bertugas di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur. Selama 20 tahun dia bertugas di dua provinsi tersebut.
Sementara Kombes Pol Chairul Anwar, selepas menjabat Kapolrestabes Makassar lima bulan lebih, mendapat jabatan baru sebagai penyidik utama kejahatan kerah putih Bareskrim Mabes Polri.
Dalam arahannya, Kapolda Irjen Pol Johny Wainal Usman berharap kapolrestabes baru dapat menjalin kemitraan yang baik dengan masyarakat.
"Aktifkan polisi masyarakat dan kring serse. Wujudkan suasana yang kondusif di Makassar. Apalagi saat ini sudah mendekati lebaran, maka sudah sewajarnya polisi meningkatkan patroli di lapangan," harap Johny.


