Semarang, Kompas - Polisi akan lebih memperketat pengawasan terhadap para pemudik bersepeda motor selama arus Lebaran tahun ini. Hal ini dilakukan karena pada tahun-tahun sebelumnya kecelakaan lalu lintas paling banyak dialami para pemudik bersepeda motor.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Edward Aritonang menyampaikan hal itu seusai memimpin apel siaga pengamanan Lebaran di Markas Polda Jateng, Kamis (2/9), di Semarang. "Kami minta agar beralih menggunakan transportasi umum," katanya.
Selama arus Lebaran tahun 2009, terjadi 274 kecelakaan di wilayah Jateng. Dari total jumlah kasus kecelakaan tersebut, sebanyak 294 sepeda motor dan hanya 82 mobil yang terlibat.
Dari total kasus kecelakaan itu, sebanyak 269 kasus di antaranya disebabkan faktor manusia. Karenanya, polisi mulai menindak tegas pemudik sepeda motor yang melanggar ketentuan syarat minimal keselamatan.
Edward mengatakan, sepeda motor tidak dirancang sebagai alat transportasi jarak jauh dan membawa banyak beban. Jika faktor keselamatan tersebut diabaikan, sedangkan faktor kelalaian manusia masih tinggi, tingkat kecelakaan pun dapat meningkat lagi.
Peneliti transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, fenomena pemudik bersepeda motor ini merupakan dampak kurang tanggapnya pemerintah menyediakan transportasi massal. "Jadi masyarakat jangan disalahkan," katanya.
Menurut Djoko, polisi sudah seharusnya tegas sejak Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, masyarakat juga harus memahami aturan baku keselamatan bersepeda motor. Misalnya, tinggi barang bawaan tidak boleh lebih dari 90 sentimeter dari sadel motor dan lebarnya tidak melebihi panjang stang motor.
Sementara, Edward Aritonang saat menghadiri buka puasa bersama di eks kantor Kepolisian Wilayah Banyumas, Rabu (1/9), menegaskan, polda akan memaksimalkan seluruh fungsi kepolisian untuk menjaga keamanan di wilayah Jateng. "Untuk arus mudik ini, kami akan betul-betul mengantisipasi kelancaran lalu lintas maupun keamanan pemudik, karena akan banyak pemudik melintas maupun mudik di Jateng," katanya. Berdasarkan perhitungan Polda Jateng, diperkirakan ada lima juta jiwa pemudik akan memadati wilayah sekitar Jateng. Para pemudik tersebut diperkirakan akan memadati jalur arus mudik, mulai dari arus mudik berlangsung hingga arus balik mudik berakhir.
Selama masa itu, keamanan dan ketertiban lalu lintas perlu diwaspadai. Polisi telah memetakan titik rawan yang perlu diwaspadai, seperti simpul-simpul kemacetan, perlintasan tanpa palang pintu, maupun beberapa titik jalur rawan bencana alam. Untuk menjaga keamanan selama arus mudik, Polda Jateng memaksimalkan fungsi pada sejumlah kesatuan di kepolisian, seperti Satuan Antiteror dan penembak jitu di satuan Brigade Mobil. (den/mdn)

