JAKARTA, KOMPAS.com — Survei potensi zakat yang dilansir oleh Public Interest Research and Advocacy Centre (PIRAC) di Indonesia pada 2007 menyatakan, setidaknya ada potensi zakat sebesar Rp 9.09 triliun di Indonesia. Namun pada kenyataanya, masih minim perhatian masyarakat muslim terhadap kaum muslim lainnya yang kurang mampu.
Demikian terungkap di acara "Gaungkan Potensi Zakat di Indonesia bagi Pendidikan Remaja Muslim", yang digelar oleh Bait Al-Kamil dan Putera Sampoerna Foundation yang membuat program Potensi Zakat di Indonesia bagi Pendidikan di Jakarta, Kamis (2/9/2010).
"Maka, bila kita sadari, zakat dapat menjadi potensi besar untuk mengembangkan pendidikan yang berkualitas, apalagi di Indonesia yang memiliki penduduk Muslim terbesar dibandingkan negara lain," ujar Ketua Bait Al-Kamil, Indra Pradana Singawinata.
Indra mengungkapkan, melalui program kerja sama tersebut akan diserahkan beasiswa pendidikan bagi lima anak berprestasi. Setiap anak setiap bulan memperoleh bantuan sebesar Rp 18 juta-Rp 25 juta.
Adapun Bait Al-Kamil merupakan badan independen di bidang pengumpulan zakat dan infak. Saat ini, Bait Al-Kamil menjadi mitra strategis Putera Sampoerna Foundation untuk membuat program Potensi Zakat di Indonesia bagi Pendidikan.
"Terdapat dua fokus utama dalam program ini, yaitu bidang pendidikan dan juga program dana sosial. Setiap bulan kami akan memilih lima orang terbaik yang akan kami berikan beasiswa dan tentunya yang memiliki prestasi bagus, daya juang tinggi, serta semangat tempur yang lebih," lanjut Indra.
Rencananya, bulan depan pihaknya sudah mendata dan memilih anak-anak yang sudah menjadi prioritas utama menerima beasiswa.

