KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Pembatas jalan dari bambu dipasang polisi di sepanjang jalan raya di depan Pasar Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/9/2010). Pemasangan ini untuk mengurangi potensi kemacetan yang bisa terjadi di jalur Solo-Yogyakarta dan Solo-Semarang selama arus mudik.
SUKOHARJO, KOMPAS.com - Satlantas Polres Sukoharjo memasang 104 barikade di sepanjang jalan sekitar Polsek Kartasura, Sukoharjo, untuk mengurangi tingkat kemacetan arus lalu lintas selama Lebaran.
"Barikade yang kami pasang terbuat dari besi dan bambu serta sumbangan dari pihak ketiga yang ikut peduli terhadap kelancaran arus lalu lintas Lebaran di Kabupaten Sukoharjo," kata Kepala Satlantas Polres Sukoharjo, AKP Iwan Kurniawan, Kamis (2/9/2010).
Dari kepolisian sudah menyiapkan sebanyak 84 barikade serta sumbangan pihak ketiga sebanyak 20 buah dan semua barikade tersebut akan dipasang di Kecamatan Kartasura, khususnya sekitar Polsek Kartasura.
"Kira-kira sepanjang 600 meter barikade tersebut dipasang dari pertigaan Tugu sampai perempatan Polsek Kartasura." katanya.
Menurut dia, polisi sengaja memfokuskan pemasangan barikade di Kartasura dikarenakan tingkat kepadatan arusnya relatif lebih tinggi dibanding daerah lain di wilayah Sukoharjo.
Dia mengatakan, Kartasura merupakan titik sentral kepadatan yang merupakan pertemuan tiga jalur utama, yakni jalur dari arah Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya.
Kecamatan Kartasura diperkirakan akan menjadi simpul kemacetan dan rawan kecelakaan karena menjadi persimpangan tiga jalur utama arus mudik menuju daerah tujuan mudik di Surakarta dan sekitarnya.
Dengan adanya barikade ini mampu mengurangi tingkat kemacetan dan kecelakaan yang disebabkan oleh penyeberang jalan yang tidak melalui sarana yang semestinya.
Apabila setelah dipasang barikade dan tingkat kepadatan juga makin tinggi, maka pihaknya akan mengalihkan jalur yang ada melalui Ngasem ke arah Colomadu, dan juga melalui Pajang ke arah Parangjoro.
Selain itu, untuk mengatasi kemacetan di sekitar traffic light yang kemungkinan menyala lampunya terlalu lama, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Kabupaten Sukoharjo.
"Soalnya yang mengetahui berapa menit lampu menyala adalah pihak Dishubinfokom. Solusi tercepatnya adalah para petugas pos pengamananlah yang bertugas melancarkan arus tersebut dengan turun ke jalan," katanya.


