GRESIK, KOMPAS.com - Di tepi jalan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Kamis (2/9/2010) pukul 06.30 ditemukan mayat laki-laki tanpa identitas. Hasil identifikasi polisi pada mayat itu ditemukan luka di bagian kepala belakang, muka lebam dan ada goresan di kelopak matanya.
Diduga mayat itu korban pembunuhan, dan kini disimpan di RSUD Ibnu Sina Gresik. Diperkirakan mayat itu warga Tuban sebab di lokasi sekitar temuan mayat merupakan lokasi penambangan batu dolomit dengan pekerja kebanyakan dari Tuban.
Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Gresik, Ajun Komisaris Fauzan Sukmawansyah polisi terus berusaha mencari identitas mayat itu sambil menunggu hasil otopsi RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Ciri-ciri mayat itu berusia sekitar 30 tahun, rambut ikal, kulit sawo matang. Dia menegnakan kaos putih bergambar jangkar mirip logi TNI Angkatan Laut, mengenakan celana krem, sandal jepit putih bertali hijau dan ikat pinggang warna hitam. Sebelumnya warg a yang hendak ke sawah curiga dengan ceceran darah di tepi jalan. Hasil penelusuran warga sekitar Sukardi (40) akhirya ditemukan mayat tergeletak di parit. Temuan itu dilaporkan ke Polsek Panceng.
Oleh karena tidak ada identitas apa pun di sekitar temuan mayat, polisi membawa mayat keliling kampung siapa tahu ada warga yang mengenalinya. Mayat itu diantaranya dibawa keliling ke Desa Campurejo, Desa Prupuh Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik; hingga Desa Kemantren dan Telogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Namun tidak ada seorang pun yang mengenali mayat itu.


