Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 21:08 WIB
JALAN LINTAS TIMUR
Pasar Tumpah Macetkan Lalu Lintas
| Rabu, 1 September 2010 | 02:58 WIB
|
Share:

Sekayu, Kompas - Pemudik yang hendak melintasi jalan lintas timur dari Palembang, Sumatera Selatan, ke Jambi tak perlu khawatir soal kondisi jalan karena sebagian besar sudah mulus. Masalah krusial yang perlu diselesaikan adalah kemacetan lalu lintas akibat tujuh pasar tumpah di sepanjang jalan itu.

Berdasarkan hasil pemantauan hari Selasa (31/8), pasar tumpah antara lain di Pangkalan Balai, Pasar Betung, Sungai Lilin, Bayung Lencir, Pasar Banyuasin, Peninggalan, dan Alang-alang Lebar. Kemacetan lalu lintas paling parah akibat pasar tumpah ini terlihat di Sungai Lilin dan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Nurahman (54), warga Sungai Lilin, mengatakan, selama Ramadhan aktivitas warga di pasar tumpah bertambah seiring makin banyak pedagang yang berjualan pada sore hari.

”Kemacetan parah biasanya terjadi pada sore hari,” katanya.

Menurut Arhandi (39), warga Bayung Lencir, pasar tumpah selalu ramai pada hari-hari pasaran, yakni Rabu dan Sabtu. Pada dua hari itu biasanya terjadi kemacetan lalu lintas yang parah.

Selain pasar tumpah, pemudik juga agar mewaspadai kerusakan jalan di Kilometer 163, Peninggalan, menuju Bayung Lencir. Bahu jalan sisi kiri longsor dan ambles. Saat ini petugas sedang memperbaiki kerusakan jalan itu.

Herman (32), salah seorang mandor proyek, menyebutkan, perbaikan ditargetkan selesai tujuh hari menjelang Lebaran.

Di Salatiga, Jawa Tengah, hingga Selasa kemarin masih terdapat beberapa jalan alternatif yang minim rambu petunjuk arah. Meski tak sering dilalui kendaraan, jalan alternatif ini dapat dimanfaatkan untuk memecah kepadatan arus lalu lintas.

”Rambu yang kurang terutama di beberapa tikungan, baik yang dari arah Semarang menuju Solo maupun sebaliknya,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga Ajun Komisaris Moch Effendi.

Puncak arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai tiga hari sebelum Lebaran (H-3) hingga H-1 diperkirakan melibatkan 100.000 kendaraan bermotor per hari. ”Musim-musim sebelumnya, antrean kendaraan mencapai 2 kilometer dari pintu pelabuhan sehingga akan disiapkan tenda khusus untuk antre pengendara sepeda motor,” kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Gde Sugianyar di Denpasar, Selasa.

Secara terpisah, Kepala Seksi Operasi PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Nusa Tenggara Timur Arnoldus Yansen menyatakan, tujuh kapal feri siap melayani mudik bagi warga yang ingin merayakan Lebaran di luar Kupang.

Khusus untuk angkutan udara, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, menyiapkan penerbangan ekstra sebanyak 87 pesawat dari tiga maskapai: Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, dan Lion Air. Penerbangan ekstra ini menyiapkan 13.737 kursi. (oni/gal/eng/ays/kor/ben)