Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
Warga sekitar Gunung Sinabung yang mengungsi di Kabanjahe
MEDAN, KOMPAS.com - Universitas Sumatera Utara mengirimkan sebanyak 29 dokter umum ke Kabanjahe guna memberikan layanan kesehatan kepada pengungsi korban bencana letusan Gunung Sinabung.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengirimkan berbagai bantuan sebagai rasa peduli civitas akademika USU terhadap pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung Minggu dinihari.
Beberapa diantaranya adalah dengan mengirimkan bantun tim medis dari Fakultas Kedokteran USU dan juga sandang pangan untuk para korban.
"Tim kesehatan ini terdiri sebanyak 29 dokter umum dan spesialis serta bantuan obat dan selimut juga makanan. Dengan bantuan itu diharapkan dapat meringankan penderitaan para pengungsi," kata Rektor Prof Syahril Pasaribu, Selasa (31/8/2010).
Dekan Fakultas Kedokteran USU Prof Gontar Siregar mengatakan, ke-29 dokter yang diberangkatkan ke Tanah Karo itu terdiri dari 15 dokter spesialis dan 14 dokter umum.
"Mereka juga didampingi sejumlah staf yang akan ikut membantu bersama tim yang sudah ada di Karo sebelumnya," katanya.
Ia mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan salah satu perwujudan dari tridharma perguruan tinggi yaitu merupakan pengabdian dari sivitas akademika USU kepada masyarakat.
"Ini juga sebagai pelayanan kesehatan bagi para pengungsi akibat bencana letusan Gunung Sinabung sejak terjadi beberapa hari lalu," katanya.
Lebih ia mengatakan, bantuan akan diserahkan ke posko penanggualangan bencana letusan Gunung Sinabung melalui Bupati Karo dan tim kesehatan USU.
"Bantuan yang diserahkan diperoleh dari berbagai pihak berupa obat-obatan, selimut dan makanan. Tim USU siap membantu sesuai kebutuhan di lapangan," katanya.
Pembantu Rektor V USU Yusuf Husni mengatakan, pihaknya bukan kali ini saja memberikan bantuan pada masyarakat yang tertimpa bencana alam, tapi sudah beberapa kali seperti ikut membantu korban tsunami dan bencana alam lainnya seperti di NAD, Sumbar, Nias dan Mandailing Natal.
"Membantu korban bencana alam merupakan kewajiban semua orang. Kita sebagai orang pendidikan juga merasa sangat terpanggil untuk melakukan bantuan. Apalagi kali ini daerah yang ditimpa bencana sangat dekat jaraknya," katanya.
