BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, terus dibenahi, terutama dari segi keamanan jelang Lebaran ini. Ini terutama untuk menepis kesan angker atau tidak aman pada terminal utama di Lampung ini.
Upaya meningkatkan keamanan di Terminal Rajabasa ini antara lain dilakukan jajaran Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung. Beberapa pekan terakhir, polisi kerap melakukan razia preman di Terminal Rajabasa.
"Polisi juga telah mendirikan pos khusus pengamanan di terminal tipe A ini. Rajabasa aman. Polisi sudah sering melakukan razia. Operasi pencegahan (kriminalitas) juga telah dilakukan lewat upaya sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat terminal," tutur Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Lampung Kombes Rahmat Hidayat.
Polisi juga mengerahkan unit intelijen, yaitu polisi berpakaian preman untuk menjaga keamanan di terminal utama di Lampung ini. Dengan demikian, ia meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir untuk singgah di Terminal Rajabasa.
Selama ini, stigma terhadap Terminal Rajabasa memang kurang baik. Sebagian masyarakat menganggap terminal ini masih rawan, banyak terjadi penjambretan, copet, dan sarang preman. Apalagi, fasilitas penerangan di terminal ini kurang memadai. Sangat gelap di malam hari.
Kepala Terminal Rajabasa Amir Hamzah menepis anggapan bahwa terminal ini masih rawan. "Tidak benar. Sudah tidak ada preman di sini. Jikapun terdengar begitu, itu karena ditakut-takuti orang di Bakauheni. Beberapa kali Lebaran, sudah tiga tahun terakhir, tidak ada kejadian mencolok di sini," ungkapnya.
