PURWAKARTA, KOMPAS
Direktur Operasi PT Jasa Marga Adityawarman mengemukakan hal itu pada kunjungan kerja Komisi V DPR di Pos Pengamanan Lebaran Cikopo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (27/8).
Menurut Adityawarman, kapasitas tol meningkat seiring dengan selesainya pelebaran ruas Cibitung-Cikarang (Kilometer 24-38) dari tiga lajur menjadi empat lajur serta ruas Dawuan- Cikampek (Kilometer 68-72) dari dua lajur menjadi tiga lajur. Konsekuensinya, waktu tempuh dari Jakarta menuju Cikampek semakin singkat.
Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Muktiono menambahkan, pihaknya akan menempuh beberapa rencana pengaturan arus lalu lintas untuk menghindari penumpukan kendaraan. Caranya, antara lain, dengan memaksimalkan gerbang tol Cikampek, Kalihurip, dan Karawang Timur sebagai pintu keluar.
Selain itu, pihaknya juga mengarahkan pemudik sepeda motor ke jalur Tanjungpura- Lingkar Luar Karawang-Telagasari-Cilamaya-Cikalongsari untuk menghindari titik pertemuan di Cikampek.
Alternatif lain adalah mengarahkan kendaraan keluar melalui gerbang tol Sadang menuju jalur tengah Sadang-Subang-Cikamurang, atau ke jalur selatan melalui tol Purbaleunyi menuju Bandung-Cileunyi.
Dari Cirebon dilaporkan, hingga Jumat jalur pantura belum dibuka empat lajur. Perbaikan masih berlangsung di sejumlah titik, seperti di Astanajapura dan Pangenan. Di lokasi-lokasi itu jalan belum selesai diaspal.
Menurut Direktur Bina Teknik Kementerian Pekerjaan Umum Purnomo, pembukaan empat lajur akan dilakukan pada H-10 (10 hari sebelum) Lebaran. Khusus Gebang, yang kini sedang dibangun jalan layang, tetap dibuka empat lajur.
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Brebes menyiapkan penanganan arus lalu lintas untuk mengantisipasi terjadi kemacetan kendaraan yang keluar dari pintu keluar tol Pejagan. Kepala Polres Brebes Ajun Komisaris Besar Beno Louhenapessy mengatakan, pihaknya akan menerapkan sistem 3-1 dari pertigaan Pejagan. Tiga lajur digunakan untuk kendaraan dari arah selatan (pintu keluar tol) dan satu lajur digunakan untuk kendaraan dari timur.
Di Sulawesi Selatan, meskipun pembangunannya belum selesai 100 persen, jalan poros Maros- Parepare sepanjang 115 kilometer siap untuk dilalui kendaraan saat arus mudik Lebaran.
Pada masa Lebaran, kerawanan terjadi kecelakaan dapat muncul di pelintasan kereta api. Di wilayah kerja PT Kereta Api
