Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 21:00 WIB
Pembunuhan Wartawan
Aksi 1.000 Lilin untuk Ridwan
Antonius Ponco A. | Tri Wahono | Jumat, 27 Agustus 2010 | 19:34 WIB
|
Share:
KOMPAS/ANTONIUS PONCO A Aksi 100 lilin, Jumat (27/8/2010) digelar di depan markas Polda Maluku untuk mengenang kematian Ridwan Salamun, kontributor Sun TV yang tewas dalam bentrokan massa di Tual, Maluku.

AMBON, KOMPAS.com — Sejumlah wartawan di Maluku yang tergabung dalam Maluku Media Center atau MMC menggelar aksi 1.000 lilin untuk mengenang tujuh hari tewasnya Ridwan Salamun di depan Markas Polda Maluku sekitar pukul 19.30 WIT, Jumat (27/8/2010).

Ridwan Salamun (35) tewas saat meliput pertikaian antarkampung di Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Tual, tanggal 21 Agustus lalu.

Aksi digelar setelah buka puasa bersama. Para jurnalis membawa lilin yang menyala, berjalan kaki ke Markas Polda Maluku dari kantor MMC di kawasan Air Mata Cina, Ambon. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan "Selamat Jalan Sahabatku Wartawan Sun TV Ridwan Salamun" dengan foto Ridwan Salamun di sampingnya.

Koordinator MMC, Insani Syahbarwaty, mengatakan bahwa aksi itu digelar tidak hanya untuk mengenang tewasnya Ridwan, tetapi juga sebagai bentuk mendesak Polda Maluku mengungkap para pelaku penganiaya Ridwan dan juga mengimbau masyarakat untuk menghargai profesi wartawan.

Dihubungi terpisah, Kepala Kepolisian Resor Maluku Tenggara Ajun Komisaris Besar Syaiful Rahman mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus penganiayaan terhadap Ridwan. Namun, dia belum bisa memaparkan hasil penyelidikannya karena penyelidikan belum tuntas.

Untuk sementara, polisi baru menetapkan satu orang sebagai tersangka. Pria berinisial IR ditetapkan sebagai tersangka karena mengaku ikut menganiaya Ridwan. (APA)